Kompetensi Utama

Layanan


Mitos-mitos Seputar Gerhana Matahari Total Langka
Penulis : Amal Nur Ngazis, Agus Tri Haryanto • Media : Viva.co.id • 18 Jan 2016 • Dibaca : 16777 x ,

VIVA.co.id - Gerhana Matahari Total (GMT) langka diperkirakan berlangsung pada 9 Maret 2016. Dan, Indonesia akan menjadi salah satu negara yang akan bisa menyaksikan fenomena alam tersebut, yang akan terjadi lagi pada 350 tahun ke depan.

Tak ayal, Indonesia akan menjadi sasaran bagi ilmuwan dari penjuru dunia demi melihat gerhana langka tersebut. Maka dari itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) resmi menghitung mundur GMT ini, Kamis pekan lalu.

Sejak dulu kala, apa yang terjadi di langit, selalu menjadi perhatian bagi manusia. Keindahan dan anomali yang terjadi di angkasa, sering dikaitkan dengan sejumlah mitos, sehingga menjadi kepercayaan bagi sejumlah masyarakat.

Dalam data yang dihimpun oleh Lapan dikutip oleh VIVA.co.id, Senin 18 Januari 2016, menjelaskan kenapa gerhana ini menarik. Penjelasan Lapan ini berdasarkan mitos yang berkaitan dengan fenomena alam tersebut.

Pertama, gerhana sering dikaitkan dengan musibah dan bencana. Kedua, hilangnya matahari atau bulan dianggap, karena disebabkan oleh sosok supranatural yang menelan benda langit tersebut. Ada istilah terang bulan hilang, karena ditelan mahluk supranatural yang disebut 'buto ijo'.

"Ketiga, beragam mitos berkembang di seantero dunia, beberapa di antaranya masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia," kata Lapan.

Gerhana matahari yang terjadim karena piringan bulan yang menutupi sebagian, atau seluruh piringan matahari ini bisa menumbuhkan sektor pariwisata di Tanah Air.

Terutama GMT, karena prosesnya melewati 11 provinsi di Indonesia, mulai dari Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Dengan perkembangan dan pencerahan ilmu pengetahun, Lapan menuliskan masyarakat modern semakin tertarik dengan keindahan langit beserta fenomena yang terjadi di sana.

"Beberapa konsep wisata muncul dalam kaitannya dengan fenomena dan antariksa, yaitu celestial tourism, astronomical tourism, dan space tourism. Gerhana matahari menjadi salah satu daya tariknya," tutur lembaga pemerintah nonkementerian ini.

Sumber :
http://m.news.viva.co.id/news/read/724435-mitos-mitos-seputar-gerhana-matahari-total-langka








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL