Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Amati Jalur Gerhana Matahari Total
Penulis : Haryo Prabancono • Media : solopos.com • 20 Jan 2016 • Dibaca : 12897 x ,

Solopos.com, PALEMBANG — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memantau perkiraan jalur atau titik koordinat yang akan dilalui gerhana matahari total di Palembang. Fenomena alam itu akan terjadi di Indonesia 9 Maret mendatang.

Pemantauan dari tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dilakukan oleh Syaiful A dan Farahhati sebagai astronot itu dilaksanakan di Jembatan Ampera Palembang, Selasa, (19/1/2016).

Farahhati setelah pemantauan mengatakan, peninjauan lokasi tersebut untuk menentukan suasana dan situasi kordinat fenomena alam gerhana matahari total.

Selain itu, kata dia, untuk menentukan tempat terbaik dalam melihat fenomena alam tersebut. “Gerhana dapat dilihat dari jarak 100 kilometer namun harus ditentukan tempat terbaik,” ujarnya dilansir Okezone, Selasa.

Selain itu pemantauan dilakukan untuk menghindari dampak terburuk dalam melihat fenomena alam gerhana matahari total seperti kemungkinan terhalang gedung. Memang, untuk melihat gerhana matahari total terbaik ada di tempat yang luas dan tinggi seperti Jembatan Ampera, hotel dan lokasi tinggi lainnya.

Sementara Syaiful mengatakan, selain untuk melihat titik kordinat gerhana matahari, peninjauan itu juga aspek budaya masyarakat. Hal itu dilakukan dalam menyambut fenomen alam dengan adanya penampilan berbagai budaya masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, mengatakan, gerhana matahari total akan dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam memancing minat wisatawan berkunjung ke Kota Palembang. Oleh karena itu, pihaknya terus mensosialisasikan fenomena alam tersebut untuk disaksikan bersama.

Sementara itu, Kepala Lapan, Thomas Djamaludin, mengatakan fenomena alam gerhana matahari total akan bisa diamati dari 11 wilayah provinsi di Indonesia, 9 Maret 2016.

Fenomena gerhana matahari total akan bisa diamati dari Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

“Fenomena alam gerhana matahari total di bagian timur Indonesia akan berlangsung sekitar tiga menit sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Sedangkan di bagian barat akan berlangsung sekitar dua menit pukul 07.30 WIB,” kata Thomas, dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa.

Daerah lain selain 11 provinsi itu, menurut dia, hanya akan bisa menyaksikan fenomena gerhana matahari sebagian. “Daerah yang dilintasi gerhana matahari total lebarnya 100 kilometer saja di lokasi lintasan. Sedangkan di luar sebelas provinsi itu, termasuk Jawa, hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian,” katanya.

Ia memperkirakan fenomena alam gerhana matahari total akan menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara karena hanya bisa disaksikan di provinsi-provinsi tertentu di Indonesia. Thomas mengatakan saat gerhana matahari total suasana di daerah yang terlintasi akan seperti malam purnama.

Sumber :
http://www.solopos.com/2016/01/20/fenomena-alam-lapan-amati-jalur-gerhana-matahari-total-682369








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL