Kompetensi Utama

Layanan


Kota Maba, Halmahera Timur, Paling Lama Alami GMT 2016
Penulis : tety • Media : possore.com • 27 Jan 2016 • Dibaca : 16383 x ,

JAKARTA (Pos Sore) – Ada 12 provinsi yang dilintasi Gerhana Matahari Total 2016, dengan waktu yang berbeda. Gerhana yang akan melintasi area selebar 100-150 km tersebut terjadi mulai dari arah barat menuju timur.

“GMT 2016 ini menjadi istimewa karena sebagian besar GMT 2016 ini bisa dilihat di daratan Indonesia. Sisanya akan melintasi Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Ini sesuatu yang langka karena hanya Indonesia yang bisa menyaksikannya di daratan sementara sisanya akan terlihat di atas samudera,” kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, di Jakarta, Senin (25/1), saat jumpa pers bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama sejumlah gubernur yang wilayahnya dilintasi GMT 2016.

Thomas memaparkan wilayah Indonesia barat GMT akan terjadi pada 9 Maret 2016 tepat pukul 07:20 WIB selama 1,5 – 2 menit. Wilayah Indonesia tengah puncaknya akan terjadi pada 08:35 WIB selama 2 menit, dan wilayah Indonesia timur terjadi pada pukul 09:50 WITA selama 2-3 menit.

“Makin ke timur makin lama. Kota paling lama mengalami gerhana matahari total adalah Maba di Halmahera Timur, Maluku Utara selama 3 menit 17 detik,” tambahnya.

Di daerah yang dilalui GMT, pada pagi hari GMT akan diawali tertutupnya matahari oleh piringan bulan dari arah atas. Saat tertutup penuh, yang terlihat dari matahari hanya koronanya. Setelah itu piringan bulan bergerak ke arah bawah dan matahari kembali terlihat.
“Kejadian munculnya korona ini menjadi kejadian yang paling menakjubkan dan paling diburu pecinta gerhana,” ujarnya.

Walaupun Jakarta tidak mengalami gerhana matahari total, namun gerhana sebagian bisa diamati mulai pukul 07:19 dan berakhir pada pukul 09:43 WIB

Gerhana matahari terjadi ketika bulan melintas di antara bumi dan matahari, menutupi sebagian atau seluruh matahari. Gerhana matahari total terjadi bila diameter bulan nampak lebih besar daripada diameter matahari, membuat sinar matahari tertutup dan membuat siang hari menjadi segelap malam.

Bulan akan bergerak dari barat ke timur karena itu GMT akan bermula dari arah Samudera Hindia dan berakhir di Samudera Pasifik.

Menurut Thomas, dari beberapa GMT sejak 1983, GMT 2016 pun akan melintasi lebih banyak daerah, 12 provinsi. Tiap daerah tersebut akan melihat keunikan sendiri kejadian alam ini.

”Beda saat lihat dari foto dan lihat langsung. Kejadian sebelum, saat dan sesudah memang bisa jadi daya tarik wisata. LAPAN sendiri akan melakukan penelitian dan edukasi,” tutur Thomas.

Karenanya, ada tiga kegiatan besar yang disiapkan dalam menghadapi kejadian gerhana matahari total ini. Yakni kegiatan penelitian, edukasi publik dan pariwisata. (tety)


Sumber : http://possore.com/2016/01/25/kota-maba-halmahera-timur-paling-lama-alami-gmt-2016/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL