Kompetensi Utama

Layanan


4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Melihat Gerhana
Penulis : Johanes Randy Prakoso • Media : detiknews • 27 Jan 2016 • Dibaca : 18632 x ,

Jakarta - Pada 9 Maret 2016 mendatang, Indonesia akan dilalui oleh fenomena langka gerhana matahari total. Jika ingin melihatnya, perhatikan dulu 4 hal ini.

Indonesia boleh berbangga karena dilewati oleh fenomena langka gerhana matahari total tahun ini. Namun sebelum melihat fenomena gerhana matahari total pada Maret mendatang, ada baiknya traveler melakukan sejumlah persiapan lebih dulu agar hasilnya lebih maksimal.

Seperti diungkapkan oleh Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Profesor Thomas Djamaluddin saat prescon gerhana matahari total di Hotel Sari Pan Pacific, Senin lalu (25/1/2016) bahwa perlu diperhatikan unsur keamanan yang perlu dipahami jika ingin melihat gerhana.

"Terkait safety ini perlu dipahami bersama," ujar Thomas.

Ia pun berbagi ilmu perihal proses terjadinya gerhana dari awal sampai akhir, serta bagaimana cara terbaik untuk melihatnya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Ketahui Proses Terjadinya

Secara science, gerhana matahari total terjadi akibat tertutup matahari oleh yang tertutup oleh bulan. Saat bulan menutupi matahari, maka akan muncul corona yang ditunggu-tunggu oleh para pemburu gerhana dan traveler.

"Kita akan melihat matahari yang tertutup piringan bulan, ketika bulan menutupi matahari maka akan terjadi corona," ujar Thomas.

Apabila 12 provinsi di Indonesia dapat melihat gerhana matahari total, wilayah lain di Indonesia akan kebagian gerhana matahari sebagian. Umumnya totalitas gerhana terjadi selama 2-3 menit, bervariasi durasinya di setiap provinsi.

2. Ketahui Waktu Terjadinya

Setelah mengetahui proses terjadinya, traveler juga harus tahu kapan waktu terjadinya gerhana matahari total di Indonesia. Berhubung Indonesia mempunya tiga zona waktu berbeda, tentu waktu terjadinya gerhana juga berbeda.

Menurut Prof Thomas dari LAPAN, puncak gerhana matahari total di daerah barat Indonesia akan terjadi pada pukul 07.20 WIB, di Indonesia bagian Tengah pukul 08.35 WITA, dan di Indonesia bagian Timur adalah pada pukul 09.50 WIT.

"Di wilayah Barat puncak gerhana sekitar pukul 07.20 WIB, Tengah sekitar pukul 08.35 WITA, timur puncak gerhana 09.50 WIT," ujar Thomas.

3. Gunakan Kacamata Khusus

Saat melihat gerhana, waktu yang harus dihindari adalah pada saat sebelum dan sesudah matahari tertutup oleh bulan. Saat itu paparan sinar matahari sangat tinggi dan dapat berpotensi merusak mata. Oleh sebab itu dibutuhkan kacamata khusus.

Traveler pun bisa membuat kacamata matahari dengan bahan filter matahari atau membeli. Jika ingin membeli, disarankan membeli kacamata yang memiliki Neutral Density 5 untuk meredam cahaya matahari.

"Yang menjadi perhatian adalah cahaya matahari yang sangat kuat itu, kacamata dengan filter Neutral Density 5 bisa menyusutkan cahaya matahari itu 100 ribu kali," jelas Thomas.

4. Bisa Lihat Gerhana Tanpa Alat Saat Sudah Total

Umumnya traveler tidak dianjurkan untuk melihat gerhana sebagian yang terjadi sebelum dan sesudah matahari tertutup oleh bulan dengan mata telanjang. Tapi saat matahari benar-benar sudah tertutup oleh bulan dan muncul corona, traveler diperbolehkan melihat langsung tanpa alat bantu.

"Yang perlu diperhatikan saat gerhana matahari total itu aman tanpa menggunakan alat. Yang harus diwaspadai peralihan dari total ke sebagian, pupil mata membesar kemudian ada cahaya kuat dari matahari," papar Thomas.

Untuk mengetahui kapan terjadinya gerhana sebagaian dan gerhana matahari total, tentunya traveler harus paham akan waktunya. Cara terbaik adalah dengan melihatnya bersama sambil ditemani oleh pakar astronomi. Tidak sedikit provinsi di Indonesia yang mempunyai acara nobar gerhana matahari total. Jangan sampai Anda melewatkan fenomena langka tersebut!

Sumber :
http://travel.detik.com/read/2016/01/27/133014/3128323/1382/4-hal-yang-perlu-diperhatikan-jika-ingin-melihat-gerhana








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL