Kompetensi Utama

Layanan


Ini Kota yang Akan Terlama Nikmati Gerhana Matahari Langka
Penulis : Amal Nur Ngazis, Mitra Angelia • Media : Viva.co.id • 01 Feb 2016 • Dibaca : 13797 x ,

VIVA.co.id – Tiga puluh tujuh hari lagi, masyarakat 12 provinsi di Indonesia akan menyaksikan fenomena langka, Gerhana Matahari Total (GMT), yang diperkirakan muncul pada 9 Maret 2016.
Peristiwa alam ini dibilang langka, sebab fenomena serupa ini hanya akan bisa disaksikan lagi dalam kurun waktu 350 tahun kemudian.

Lalu, kota manakah yang akan menyaksikan fenomena langka itu dalam waktu lama? Dikutip dari website Lembaga Penerbangan da Antariksa Nasional (Lapan), Senin 1 Februari 2016, kota yang paling lama menyaksikan GMT adalah kota Luwuk, Sulawesi Tengah, yakni hampir mencapai 3 menit, tepatnya 2 menit 50 detik. Lalu, disusul oleh Ternate selama 2 menit 39 detik, dan Poso selama 2 menit 40 detik.

Tercatat 12 provinsi di Indonesia yang dapat menyaksikan seluruh fenomena langka ini, yakni Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Kemudian, sejumlah daerah lain di Indonesia bisa menyaksikan gerhana Matahari sebagian, antara lain kota Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin menyebut, hal yang paling dinanti untuk ‘dinikmati’ adalah keindahan korona saat GMT datang. Korona hanya akan telihat, tepat ketika bulan menutupi matahari.

:Korona Matahari ini, suatu hal yang sangat menakjubkan, walaupun itu waktunya hanya 1,5 sampai 3 menit, ini yang justru ditunggu para penunggu gerhana,” ujar Thomas beberapa waktu lalu.

Sumber :
http://m.news.viva.co.id/news/read/730357-ini-kota-yang-akan-terlama-nikmati-gerhana-matahari-langka








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL