Kompetensi Utama

Layanan


Peneliti LAPAN Paparkan Cara Aman Lihat Gerhana Matahari
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : dok. Pussainsa • 18 Feb 2016 • Dibaca : 12655 x ,

Peneliti LAPAN (kanan) saat menjadi narasumber sosialisasi GMT di Belitung.

Gerhana matahari menjadi fenomena yang menarik perhatian umat manusia sejak masa lampau. Hal ini disebabkan oleh banyaknya mitos yang beredar mengenai fenomena ini. Bagi masyarakat modern, gerhana memiliki daya tarik karena keindahannya.

Hal tersebut dijelaskan oleh peneliti LAPAN, Abdul Rahman, M. Si., saat sosialisasi Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret 2016 di Tanjung kelayang, Belitung, Selasa (16/2). Belitung merupakan salah satu wilayah yang akan mengalami gerhana Matahari Total. Kegiatan ini diikuti pegawai Pemerintah, siswa SMP dan SMA, media massa, serta kelompok masyarakat di Kabupaten Belitung.

Abdul Rahman menjelaskan, gerhana merupakan peristiwa astronomis ketika sebuah objek menghalangi pandangan ke objek lainnya. Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi karena bulan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari. Kejadian ini mengakibatkan bayangan bulan akan jatuh di permukaan Bumi. Daerah yang berada di dalam bayangan Bulan akan mengalami gerhana.

Gerhana matahari tidak berbahaya bagi makhluk hidup namun, terdapat berbagai cara untuk menyaksikan gerhana secara aman. Melihat matahari secara langsung pada saat berlangsungnya fase total gerhana tidak berbahaya. Namun, akan sangat berbahaya jika melihat langsung saat gerhana sebagian dan pada saat piringan matahari mulai muncul atau ketika fase total telah selesai. Untuk itu, jika ingin mengamati matahari sebaiknya perlu memakai alat pengaman sesaat sebelum fase total berakhir.

Hal ini disebabkan, paparan cahaya dengan intensitas tinggi seperti cahaya Matahari dalam waktu lama akan menambus mata dan merusak lapisan retina mata yang berisi syaraf sensitif.

Abdul Rahman menjelaskan, terdapat berbagai cara untuk mengamati gerhana matahari secara aman. Cara yang paling aman yaitu dengan metode proyeksi atau dengan menggunakan alat yang telah dilengkapi dengan filter khusus untuk Matahari. Filter matahari tersebut berupa film tipis dengan tingkat kepekatan yang tinggi untuk menyaring cahaya matahari.

Ia juga mengusulkan, bagi yang tidak memiliki kacamata gerhana, dapat menggunakan cara-cara tidak langsung untuk mengamati bayangan matahari. Misalnya dengan menggunakan ember berisi air, bayangan dedaunan di permukaan tanah, atau alat kotak lubang jarum yang dapat dibuat sendiri. Setelah fase total berlangsung yang ditandai dengan kegelapan sempurna, melihatlah ke arah matahari selama beberapa detik untuk menyaksikan gerhana matahari.

Dalam sosialisasi tersebut, Abdul Rachman juga mensimulasikan fenomena Gerhana Matahari Total yang akan terjadi di Tanjung Kelayang melalui komputer. Daerah ini merupakan salah satu daerah yang akan menjadi titik pemantauan pada GMT 9 Maret 2016.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Hermanto, saat sosialisasi tersebut, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Belitung telah menyiapkan diri untuk menyukseskan kegiatan pengamatan gerhana Matahari total.

Selain Belitung, gerhana Matahari total akan dialami pula oleh Palembang, Balikpapan, Sampit, Palu, Ternate, Bangka, Palangkaraya, Poso, Luwuk, dan Halmahera.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL