Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN Jadi Khatib Shalat Gerhana Di Parigi
Penulis : Rolex Malaha • Media : Antarasulteng.com • 21 Feb 2016 • Dibaca : 17301 x ,

Foto kombinasi menunjukkan beberapa fase gerhana matahari total di atas Longyearbyen, Svalbard, Norwegia, pada foto 20 Maret 2015 (REUTERS/Jon Olav Nesvold/NTB Scanpix)

Tugu PMK akan menjadi pusat pengamatan gerhana di eks lokasi Sail Tomini.

Parigi (antarasulteng.com) - Gerhana Matahari Total (GMT) tidak hanya bisa disaksikan dari Kota Luwuk, Poso dan Palu, tetapi juga dari Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.

Bahkan dari seluruh wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah yang dilintasi GT, hanya Kabupaten Parimo yang terdaftar di Lembaga Pengembangan Antariksa Nasional (Lapan) sebagai pusat pengamatan.

Selain Kabupaten Parimo, masih ada tiga) wilayah di Indonesia yang juga terdaftar di Lapan, yaitu Kota Palembang (Sumse), Palangkaraya (Kalteng) dan Ternate (Maluku Utara).

Hal itu terungkap pada rapat panitia gerhana matahari total Kabupaten Parimo di ruang kerja Sekda Parimo baru-baru ini.

Rapat yang dipimpin Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Parimo, Syamsu Najamuddin itu membahas sejumlah persiapan, di antaranya menyangkut agenda kegiatan pada saat GMT itu.

Rencananya, pada saat GMT 9 Maret 2016 pukul 07.00 Wita akan dilakukan salat gerhana dan tabliq akbar.
Bahkan, Kepala Lapan Prof DR Thomas Djamaluddin telah menyatakan kesediaanya untuk hadir dan menjadi khotib pada saat salat gerhana.

"Tanggal 7 Maret 2016, Kepala Lapan sudah berada di Palu, menginap semalam di Palu, setelah itu tanggal 8 Maret menuju ke Parigi Moutong," ujar Fakrudin, salah seorang panitia GMT yang baru saja kembali usai menemui Kepala Lapan di Jakarta belum lama ini.

Rombongan Lapan yang akan ke Parimo berjumlah 10 orang. Mereka akan membawa seluruh peralatan riset tentang GMT. Selama di Parimo tim ini akan melakukan kegiatan edukasi dan riset kepada sejumlah guru dan kepala sekolah.

Syamsu Najamuddin meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo selaku instansi yang juga ikut dalam kepanitiaan dapat menyosialisasikan kepada masyarakat tentang dampak kesehatan mata ketika masyarakat menyaksikan fenomena alam itu.

"Sosialisasi perlu segera dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas tentang dampak kesehatan ketika menyaksikan fenomena alam itu,"harapnya

Ia juga berharap Dinas Perhubungan Kominfo dapat segera menyusun rencana pengaturan lalulintas, mengingat pada saat acara berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan MTQ ke-XXVI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, yang akan dipusatkan di eks lokasi Saik Tomini, sehingga dipastikan arus lalulintas akan sangat padat. (Humas Pemkab Parimo)

Sumber :
http://www.antarasulteng.com/berita/23959/kepala-lapan-jadi-khatib-shalat-gerhana-di-parigi








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL