Kompetensi Utama

Layanan


Pemantauan GMT Di Parigi Diawali Shalat Gerhana
Penulis : Rolex Malaha • Media : antarasultra.com • 22 Feb 2016 • Dibaca : 17960 x ,

Palu (Antara News) - Pemantauan Gerhana Matahari Total (GMT) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, akan diwali dengan shalat gerhana yang akan diikuti ribuan warga di lokasi penyelenggaraan Sail Tomini 2015 Dusun Kayubura, Kecamatan Parigi Tengah, 9 Maret 2016.

"Kepala Lembaga Penerbangan dan Antarariksa Nasional (Lapan) Prof DR Thomas Djamaluddin akan menjadi khatib (menyampaikan khutbah) pada acara tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Parigi Moutong, Mawardin Tjambaru yang dihubungi di Parigi, Senin.

Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan lokasi pemantauan di sekitar lokasi Sail Tomini 2015 tersebut yakni di puncak Tugu Kathulistiwa dan di pelataran utama lokasi eks Sail Tomini.

"Peristiwa ini akan disaksikan sekitar 1.500-an orang karena pada hari yang sama bertepatan dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah," ujarnya.

Lapan sendiri, kata Mawardin, akan memusatkan pemantauannya di tempat itu. Dalam waktu dekat Lapan akan mengerahkan peralatan pantaunya di Parigi, katanya.

Dari lima kabupaten di Sulawesi Tengah yang dilintasi GMT, hanya Kabupaten Parimo yang terdaftar di Lembaga Pengembangan Antariksa Nasional (Lapan) sebagai pusat pengamatan.

GMT diperkirakan terjadi pada sekitar pukul 08.35 WITA. Titik pantau peristiwa alam langka ini tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, Tojo Unauna, Banggai dan Kota Palu.

Mawardin menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan Parigi Moutong sudah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai GMT tersebut, khususnya terkait dampak yang mungkin timbul karena melihat gerhana secara langsung serta cara mengatasinya.

"Dari berbagai sosialisasi, masyarakat dianjurkan untuk tidak menyaksikan secara langsung gerhana matahari total itu tanpa menggunakan kacamata pelindung yang direkomendasikan pihak berwenang," ujarnya.

Namun Mawardin sendiri mengaku belum mengetahui apakah masyarakat akan mendapatkan kacamata khusus untuk menyaksikan GMT.

"Hanya saya dengar-dengar bahwa Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemprov Sulteng dan juga Lapan akan menyediakan kacamata tersebut," ujarnya.

Sumber :
http://www.antarasultra.com/berita/282210/pemantauan-gmt-di-parigi-diawali-shalat-gerhana








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL