Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN TELITI KONDISI GEOMAGNET GMT 2016
Penulis : Wahyu Sabda Kuncahyo • Media : rmol.co • 22 Feb 2016 • Dibaca : 15534 x ,

RMOL. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) melakukan penelitian saat terjadinya fenomena gerhana matahari total (GMT) yang akan melintasi 12 provinsi di Indonesia pada 9 Maret 2016. Empat penelitian secara terpisah akan dilakukan Lapan mulai tanggal 4 hingga 10 Maret.

"Penelitian yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman kondisi geomagnet ketika GMT terjadi," ujar Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan Clara Yono Yatini di Jakarta, Senin (22/2).

Menurutnya, penelitian juga akan dilakukan oleh Koordinator Ilmiah Pusat Sains Antariksa Lapan Mamat Ruhimat bersama tim di Ternate pada tanggal yang sama. Penelitian yang rencananya dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kyushu University, dan Nagoya University tersebut akan mencari tahu gangguan geomagnet saat GMT terjadi.

Penelitian lain yang dilakukan dari Benteng Tolukko di Ternate untuk meninjau kembali perhitungan efek lensa gravitasi melalui pengamatan GMT. Tim lain yang dipimpin peneliti Lapan Rhorom Priyatikanti akan melakukan penelitian indeks perataan photometrical untuk fase siklus matahari dan prediksi amplitudo menggunakan cahaya putih matahari korona selama terjadinya GMT.

Sedangkan tim yang dipimpin peneliti Emanuel Sungging Mumpuni menjalankan tugas di Kecamatan Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara untuk fokus melakukan spektoskopi korona. Lokasi pengamatan rencananya di dekat bekas pangkalan speedboat Maba.

"Penelitian untuk spektroskopi hanya akan dilakukan di Maba, tidak di Ternate," papar Clara.

Sebelumnya, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan GMT 2016 ini terbilang unik karena posisi bulan menutupi matahari tidak selalu terjadi setiap bulan baru. Bahkan terkadang satu wilayah di bumi baru akan dilintasi GMT selama satu kali dalam 350 tahun.

Pada GMT 2016, jalur totalitas gerhana dimulai dari Samudra Hindia hingga Pasifik di sebelah utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat dengan rentang sejauh 1.200-1.300 kilometer dengan lebar jalur mencapai 155-160 kilometer melintasi 12 provinsi di Indonesia. Yakni Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Sumber :
http://www.rmol.co/read/2016/02/22/236747/Lapan-Teliti-Kondisi-Geomagnet-GMT-2016-








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL