Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Lakukan 4 Analisis Gerhana Matahari Total Secara Terpisah
Penulis : Haryo Prabancono • Media : Harianjogja.com • 23 Feb 2016 • Dibaca : 20423 x ,


Fenomena alam gerhana matahari total akan diteliti oleh Lapan secara terpisah.

Harianjogja.com, JAKARTA — Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) melakukan empat penelitian sekaligus pada fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan melintasi 12 provinsi di Indonesia 9 Maret 2016.

Sebagaimana dikutp dari Kantor Berita Antara, Selasa (23/2/2016), Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan, Clara Yono Yatini, mengatakan empat penelitian fenomena alam GMT 2016 secara terpisah akan dilakukan peneliti Lapan mulai 4 Maret hingga 10 Maret 2016.

Penelitian yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman kondisi geomagnet ketika fenomena alam GMT terjadi akan mulai dilakukan oleh Koordinator Ilmiah Pusat Sains Antariksa Lapan Mamat Ruhimat bersama timnya di Ternate.

Selain itu, penelitian yang rencananya dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kyushu University, dan Nagoya University Jepang tersebut akan mencari tahu gangguan geomagnet saat fenomena alam gerhana matahari total terjadi.

Penelitian lain yang dilakukan tim peneliti Lapan Farahhati Muntahana yakni meninjau kembali perhitungan efek lensa gravitasi melalui pengamatan GMT 2016 dari Benteng Tolukko di Ternate.

Penelitian ini diharapkan dapat meninjau kembali pengukuran sudut pembelokan oleh efek lensa gravitasi terhadap bintang-bintang latar belakang di sekitar piringan matahari saat gerhana matahari total, dan perhitungan kembali massa matahari.

Tim lainnya yang dipimpin peneliti Lapan Rhorom Priyatikanti akan melakukan penelitian indeks perataan photometrical untuk fase siklus matahari dan prediksi amplitudo menggunakan cahaya putih matahari corona selama fenomena alam GMT 2016.

Sedangkan tim dari peneliti Lapan lainnya Emanuel Sungging Mumpuni akan berada di Kecamatan Maba di Halmahera Timur, Maluku Utara, untuk fokus melakukan spektoskopi korona. Rencananya lokasi pengamatan akan dilakukan di dekat bekas pangkalan speedboat Maba. “Penelitian untuk spektroskopi hanya akan dilakukan di Maba, tidak di Ternate,” ujar dia.

Sebelumnya Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, mengatakan fenomena alam gerhana matahari total unik karena posisi bulan menutupi matahari tidak selalu terjadi setiap bulan baru. Terkadang satu wilayah di bumi baru akan dilintasi GMT satu kali dalam 350 tahun.

Pada GMT 2016, ia mengatakan jalur totalitas gerhana dimulai dari Samudra Hindia hingga Pasifik di sebelah utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat dengan rentang sejauh 1.200-1.300 kilometer, dengan lebar jalur mencapai 155-160 km melintasi 12 provinsi di Indonesia.

Provinsi-provinsi tersebut antara lain Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Namun demikian, menurut dia, tidak semua daerah di provinsi tersebut dilintasi jalur totalitas gerhana.

Selain itu, Thomas mengatakan lama fenomena alam GMT yang melintasi wilayah Indonesia antara 1,5 hingga lebih dari tiga menit. Apabila Seai di Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat, dilintasi sangat singkat selama 1 menit 54 detik maka Maba di Halmahera Timur, Maluku Utara, menjadi lokasi terlalu dilintasi mencapai 3 menit 17 detik. Totalitas GMT 2016 akan terjadi di satu titik di Samudra Pasifik selama 4 menit 9 detik, ujar Thomas.

Beberapa lembaga nasional, mulai dari lembaga pemerintah hingga komunitas astronom amatir telah merencanakan perjalanan khusus memburu gambar menarik dari fenomena alam gerhana matahari total.

Berikut ini adalah lokasi pengamatan fenomena alam gerhana matahari total sebagaimana dikutip dari Gerhanaindonesia.id, Selasa:

-Jogja Astronomy Club (JAC) di Palembang
-Imah Noong di Pangkal Pinang
-Lapan di Pontianak
-Lapan dan Surabaya Astronomy Club (SAC) di Watukosek/Pasuruan
-Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) di Palu
-Universe Awareness (UNAWE) Indonesia di Poso
-Astronomi ITB di Luwuk
-Lapan dan BMKG di Ternate
-Lapan dan Langit Selatan di Maba

Beberapa tim yang telah tersebar di lokasi pengamatan fenomena alam gerhana matahari total tersebut akan melakukan streaming video hasil pengamatan gerhana dengan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi. Dengan demikian, keindahan gerhana tanpa harus melakukan ekspedisi ke pelosok negeri.

Sumber :
http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/23/fenomena-alam-lapan-lakukan-4-analisis-gerhana-matahari-total-secara-terpisah-694115








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL