Kompetensi Utama

Layanan


Galaxy Forum, LAPAN Paparkan Kemajuan Iptek Penerbangan dan Antariksa Indonesia
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Rizki • 24 Feb 2016 • Dibaca : 46937 x ,

Kepala LAPAN menjelaskan mengenai hasil litbang penerbangan dan antariksa LAPAN.

LAPAN berpartisipasi dalam Galaxy Forum South East Asia 2016, Rabu (24/2). Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, menjadi pembicara utama dalam forum bertema Advancing Education, Science, and Technology of Astronomy-Aerospace for A Better Life for Humankind in The 21st Century. Kegiatan tersebut berlangsung di Skyworld, TMII, Jakarta.

Dalam forum itu, Kepala LAPAN memaparkan mengenai kemajuan program ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) antariksa di Indonesia. Ia mengatakan bahwa program tersebut dikembangkan LAPAN sebagai lembaga yang memiliki tugas dan fungsi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa.

Thomas menjelaskan, LAPAN memiliki empat kompetensi utama yaitu sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, penginderaan jauh, serta kebijakan keantariksaan. Kegiatan LAPAN berada di berbagai fasilitas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ia melanjutkan, LAPAN juga memiliki tujuh program utama dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Program pertama yaitu di bidang sains antariksa. Contohnya yaitu LAPAN melakukan penelitian cuaca antariksa. Penelitian tersebut sangat penting karena saat ini manusia banyak bergantung dengan teknologi antariksa. Kegiatan lainnya terkait program ini yaitu pemantauan matahari dan sampah antariksa serta prediksi komunikasi radio berfrekuensi tinggi. Guna mendukung program ini, LAPAN akan membangun observatorium nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Program berikutnya yaitu pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis sains atmosfer. Caranya yaitu dengan mempelajari dinamika atmosfer di ekuatorial berdasarkan observasi satelit.

Kemudian, LAPAN memiliki beberapa program di bidang teknologi penerbangan yaitu pesawat tanpa awak dan pesawat transportasi. Pesawat tanpa awak LAPAN, LSU 03, telah berhasil terbang secara autonomous selama 3,5 jam dengan menempuh jarak 340 kilometer. Pengembangan pesawat tanpa awak ini merupakan upaya LAPAN untuk mendukung pemantauan maritim.

Di bidang pesawat transportasi, LAPAN dan PT Dirgantara Indonesia sedang mengembangkan pesawat berpenumpang 19 orang, N219. Selanjutnya, akan dikembangkan pesawat generasi berikutnya, N245, yang bisa memuat 40 penumpang.

Program utama keempat yaitu pengembangan teknologi satelit. Thomas menjelaskan bahwa LAPAN memulai dari satelit mikro, LAPAN-Tubsat atau LAPAN-A1 yang diluncurkan pada 2007. Kemudian LAPAN membangun satelit kedua yaitu LAPAN-A2/Orari yang telah diluncurkan pada 2015. Tahun ini, LAPAN rencananya akan meluncurkan satelit ketiga yaitu LAPAN-A3 yang merupakan hasil kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Satelit ini akan digunakan untuk pemantauan pertanian.

Program selanjutnya yaitu pengembangan roket sonda untuk observasi atmosfer. Nantinya, pengembangan roket ini akan mengarah pada roket pengorbit satelit.

Program berikutnya yaitu pengembangan bank data penginderaan jauh nasional. Tujuannya yaitu untuk memberikan pelayanan data penginderaan jauh kepada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. Dengan stasiun bumi di Parepare dan Jakarta, maka data satelit yang diakuisisi dapat mencakup seluruh Indonesia. Selain di kedua kota tersebut, LAPAN juga memiliki stasiun bumi di Biak dan Bogor.

Program utama ketujuh yaitu pengembangan sistem pemantauan bumi nasional. Sistem ini diharapkan dapat mendukung dalam mitigasi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan gunung meletus, serta pemantauan pulau-pulau terluar.

Dalam forum ini, Kepala LAPAN mengajak para peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa, untuk turut mempromosikan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa. Ia juga mengajak mereka untuk mengikuti Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer yang diselenggarakan LAPAN setiap tahun.

Selain menjadi pembicara, Kepala LAPAN juga turut menandatangani deklarasi gerakan moril bersama untuk memajukan pendidikan dan ilmu pengetahuan tentang sains dan teknologi keruangangkasaan. Deklarasi ini didasari keinginan berkontribusi dalam memajukan pendidikan dan pengetahuan di bidang tersebut untuk kemajuan peradaban dan kemanfaatannya bagi umat manusia di masa depan.

Dalam kegiatan ini, LAPAN juga menampilkan pameran hasil penelitian dan pengembangan LAPAN. Dengan demikian, peserta dapat memahami lebih mendalam mengenai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa Indonesia.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL