Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Hitung Sawah Dengan Citra Satelit
Penulis : Hisyam Luthfiana • Media : Tempo.co.id • 25 Feb 2016 • Dibaca : 27154 x ,

TEMPO.CO, Karawang - Kementerian Pertanian sedang berupaya mengganti sistem penghitungan hasil panen. Kepala Pusat Data dan Informasi, Kementerian Pertanian, M. Luthful Hakim mengatakan, lewat cara hitung yang baru ini, data produksi pangan tidak akan keliru.

"Hal ini untuk menjawab keraguan bahwa Kementerian Pertanian dan sejumlah lembaga di daerah telah serampangan dalam melakukan validasi data produksi pangan," kata Luthful, saat ditemui Tempo usai melakukan sosialisasi kepada seluruh petugas penyuluh pertanian di Karawang, Kamis, 25 Februari 2016.

Penghitungan baru tersebut, dilakukan menggunakan metode gird square berbasis peta citra satelit. Luthful mengatakan Kementerian Pertanian telah mendapat data satelit penginderaan jarak jauh dengan resolusi tinggi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Menurut Luthful, penggunaan citra satelit menjadi kunci perhitungan baru ini, karena bisa memeriksa dengan detail daerah mana saja yang sedang musim tanam dan musim panen. "Citra satelit dapat memotret dengan detail seluruh sawah," ucap Luthful. "Lewat citra satelit itu, bisa diketahui luas tanam, luas panen bahkan sawah yang mengalami puso,"

Selama ini, Kementerian Pertanian mendapat data panen lewat cara hitung konvensional. Luthful menjelaskan, biasanya petugas penyuluh pertanian hanya menaksir luas area panen, lalu dikalikan dengan produktivitas. "Hasilnya jadi kurang akurat karena berdasarkan pandangan mata saja," ungkap Luthful.

Cara hitung baru tersebut akan dilakukan di Pulau Jawa terlebih dahulu, karena memiliki luas baku sawah paling besar di Indonesia. Dari total 8,32 juta hektare sawah di Indonesia, 4,67 juta hektare ada di Pulau Jawa, sedangkan 3,65 juta hektare sisanya, tersebar di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. "Sebagai permulaan, akan dilakukan di Karawang dan Brebes," kata Luthful.

Pada Rabu, 10 Februari 2016 lalu, para ahli statistik diundang ke istana untuk membahas data pangan. Dalam kesempatan itu, para ahli menyebut Jokowi terkesan meragukan kevalidan data kementerian pertanian.

Luthful mengatakan pembuatan program perubahan perhitungan ini untuk menjawab keraguan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, dan pengamat Bustanul Arifin.

Dengan cara hitung menggunakan sampling citra satelit itu, Luthful berharap pembaruan data pangan yang masuk ke Kementerian Pertankan lebih akurat.

Sumber :
https://tekno.tempo.co/read/news/2016/02/25/061748358/lapan-hitung-sawah-dengan-citra-satelit








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL