Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Sarankan Pakai Kacamata Khusus saat Lihat Gerhana Matahari
Penulis : editor Fitriadi • Media : bangka.tribunews.com • 28 Feb 2016 • Dibaca : 14755 x ,

Dua undangan memperagakan kacamata khusus Gerhana Matahari Total yang didapat pada acara Sadar Parawisata dan Sapta Pesona, di Kampung Arab 13 Ulu Palembang, Sabtu (27/2/2016).

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG -- Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tetap menyarankan kepada masyarakat untuk menggunakan pelindung mata saat menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret 2016 mendatang.

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Roro Priyatikanto mengatakan, ketika bulan belum sepenuhnya menutupi matahari secara total tidak aman saat melihat ke arah matahari tersebut tanpa menggunakan alat pelindung.

"Sebelum gerhana total jika Anda ingin melihatnya maka harus menggunakan alat pelindung untuk melindungi mata," ujar Roro, Sabtu (27/2/2016) saat mengikuti gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona di Kampung Al Munawar 13 Ulu Palembang.

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut pihak Kementerian Pariwisata telah membagikan sebanyak 4.00 kacamata khusus untuk melihat GMT nantinya.

Kacamata tersebut diproduksi menggunakan filter khusus yang dapat meredam intensitas cahaya matahari hingga 10.000 kali.

Namun menurut Roro kacamata tersebut jangan digunakan lebih dari satu menit. Karena bahannya terbuat dari plastik. Sehingga bisa mengalami kerusakan setelah lama digunakan. "Gunakan kacamata ini kurang dari satu menit," katanya.

Panitia sendiri terus mematangkan persiapan acara Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016 di Palembang.



Untuk mensukseskan acara tersebut Kementrian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel mengelar kegiatan sadar parawisata dan sapta pesona, Sabtu (27/2/2016) di Kampung Arab 13 Ulu Palembang.

Kegiatan dimulai dengan melakukan bersih-bersih di sekitar lokasi yang nantinya bakal dijadikan tempat menikmati GMT. Direncanakan sekitar 12 negara bakal hadir di sana. Selain itu pihak kementerian memberikan bantuan berupa kotak sampah dan alat bersih lainnya.

Asisten Deputi Tata Kelola dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Pariwisata RI Oneng Setia Aini mengatakan, untuk bisa memicu kepariwisataan datang ke Indonesia perlu ditingkatkan lagi kebersihan dan keamanan lingkungan.

Pemerintah pusat telah menargetkan sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Sedangkan wisatawan lokal sebanyak 275 juta pengunjung.

Namun posisi Indonesia dalam indeks daya saing pariwisata masih berada di posisi paling bawah yakni peringkat 50 dari 141 negara. Sedangkan tingkat kebersihan posisi 109 dari 141 negara. Dan keamanan berada di posisi 83 dari 141 negara.

Angka ini dinilai measih mempengaruhi para turis untuk berkunjung ke Indonesia.

"Kampung Arab ini sangat berpotensi jadi desa wisata namun harus dikelola betul-betul," katanya.

Apalagi nantinya bakal dikunjungi oleh wisatawan asing. Sehingga lokasi ini harus lebih bersih dan aman. Supaya bisa membuat turis aman dan nyaman. "Kalau mereka nyaman suatu saat mereka akan kembali lagi," katanya.

Sumber :
http://bangka.tribunnews.com/2016/02/28/lapan-sarankan-pakai-kacamata-khusus-saat-lihat-gerhana-matahari?page=3








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL