Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN dan Lembaga Antariksa Inggris Aplikasikan Kerja Sama di Bidang Teknologi Satelit Maritim
Penulis Berita : Humas/ZK • Fotografer : Humas/Rizki • 01 Mar 2016 • Dibaca : 29502 x ,

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Kepala LAPAN bertukar cinderamata saat pembukaan workshop.

Pemanfaatan teknologi satelit untuk meningkatkan pengawasan maupun mengali potensi budidaya kelautan sudah menjadi skala prioritas program pemerintahan Presiden Joko Widodo. Tekad ini untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, dan kuat, berbasiskan kepentingan nasional.

Guna mendukung program kemaritiman nasional, LAPAN, Kedutaan Besar Inggris, dan Lembaga Antarisa Inggris (UKSA) menyelenggarakan Workshop on UK Satellite Maritime Applications in Indonesia, di Kantor LAPAN, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (1/03). Penyelenggaraan Workshop ini merupakan tidak lanjut dari penandatanganan naskah kerjasama LAPAN dan UKSA pada 2015 di bidang sipil keantariksaan.

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa kerja sama LAPAN dengan UKSA merupakan pemanfaatan kemampuan Inggris di bidang teknologi satelit untuk maritim di Indonesia. Hal ini disebabkan, Inggris memiliki kemampuan dan banyak pengalaman dalam penguasaan teknologi satelit yang dapat digunakan untuk kemaritiman di Indonesia.

Kepala LAPAN juga menambahkan, workshop ini bertujuan untuk pertukaran informasi dan berbagi pengalaman dalam upaya meningkatkan kapasitas LAPAN di bidang teknologi satelit. Dalam workshop ini, LAPAN juga menyampaikan hasil penelitian, pengembangan dan program satelit mikro yang diawali dari pengembangan Satelit LAPAN-Tubsat atau LAPAN-A1, kemudian LAPAN-A2, dan selanjutnya LAPAN-A3. Thomas juga menyampaikan rencana untuk pengembangan teknologi satelit untuk komunikasi.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengatakan bahwa workshop ini diperlukan karena karena kerja sama di bidang antariksa sangat penting bagi masa depan Indonesia. Hal ini disebabkan, Indonesia sebagai negara maritim memiliki wilayah perairan yang luas sehingga sangat perlu memanfaatkan teknologi satelit untuk pembangunan berkelanjutan. Teknologi ini digunakan dalam upaya menjaga sumber daya alam di laut dan lingkungan. Selain itu, teknologi ini juga untuk memonitor kebakaran hutan dan menjaga batas teritorial Indonesia.

Kepala Biro Kerjasama Humas dan Umum, Christianus R. Dewanto, dalam kegiatan ini mengatakan tujuan penyelenggarakan Workshop adalah untuk mengali potensi kerja sama antara UKSA dan Kementerian/Lembaga/Instansi Pemerintah Indonesia dan swasta secara umum dan LAPAN khususnya.

Peserta Workshop terdiri dari instansi terkait baik dari Indonesia maupun Inggris berjumlan 80 peserta. Dari pihak Indonesia, workshop ini diikuti tujuh Institusi antara lain LAPAN, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Badan Keamanan Laut, serta Kementerian Kelautan dan Prikanan.

Pada kesempatan yang sama Dr. Nani Hendirti, perwakilan dari Kemenko Maritim menambahkan bahwa kegiatan Workshop ini dapat dimanfaatkan untuk observasi maritim dan mendukung industri kemaritiman yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan.

Perwakilan dari UKSA, Chris Lee, mengatakan bahwa Inggris memiliki banyak pengalaman di bidang teknologi satelit yang menggunakan teknologi Syntethic Aperture Radar (SAR). Teknologi ini cocok dengan wilayah Indonesia yang berawan. Inggris memiliki satelit NovaSAR yang dapat dioperasikan siang dan malam di berbagai kondisi cuaca. Chris Lee mengatakan, satelit ini mampu memberikan data observasi bumi untuk pengelolaan lingkungan dengan baik.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL