Kompetensi Utama

Layanan


Tingkatkan Pengawasan Laut, LAPAN kerja Sama dengan Inggris
Penulis : Ahmad Nurhasim • Media : Tempo.co.id • 02 Mar 2016 • Dibaca : 32493 x ,

Peneliti memeriksa satelit rakitan buatan dalam negeri bernama LAPAN A2/LAPAN ORARI di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bogor, Jawa Barat, 3 September 2015. Peluncurannya sendiri akan dilakukan di pusat antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerja sama dengan Lembaga Antariksa Inggris (UKSA) untuk memanfaatkan kemampuan Inggris di bidang teknologi satelit untuk maritim di Indonesia.

“Inggris memiliki kemampuan dan banyak pengalaman dalam penguasaan teknologi satelit yang dapat digunakan untuk kemaritiman di Indonesia,” kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, seperti dikutip dari situs LAPAN, Selasa 1 Maret 2016.

Pemanfaatan teknologi satelit, menurut dia, untuk meningkatkan pengawasan maupun menggali potensi budi daya kelautan Indonesia, yang kini menjadi skala prioritas program pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Guna mendukung program kemaritiman nasional, LAPAN, Kedutaan Besar Inggris, dan Lembaga Antarisa Inggris (UKSA) menyelenggarakan Workshop on UK Satellite Maritime Applications in Indonesia, di Kantor LAPAN, Jakarta Timur, Selasa, 1 Maret 2016. Workshop yang diikuti 80 peserta dari kedua negara itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama LAPAN dan UKSA pada 2015 di bidang sipil keantariksaan.

Thomas Djamaluddin mengatakan workshop ini untuk pertukaran informasi dan berbagi pengalaman dalam upaya meningkatkan kapasitas LAPAN di bidang teknologi satelit. Dalam workshop ini, LAPAN juga menyampaikan hasil penelitian, pengembangan dan program satelit mikro yang diawali dari pengembangan Satelit LAPAN-Tubsat atau LAPAN-A1, kemudian LAPAN-A2, dan selanjutnya LAPAN-A3. Thomas juga menyampaikan rencana untuk pengembangan teknologi satelit untuk komunikasi.

Perwakilan UKSA, Chris Lee, mengatakan Inggris memiliki banyak pengalaman di bidang teknologi satelit yang menggunakan teknologi Syntethic Aperture Radar (SAR). Teknologi ini, kata dia, cocok dengan wilayah Indonesia yang berawan. Inggris memiliki satelit NovaSAR yang dapat dioperasikan siang dan malam di berbagai kondisi cuaca. “Satelit ini mampu memberikan data observasi bumi untuk pengelolaan lingkungan dengan baik,” ujarnya.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan kerja sama di bidang antariksa sangat penting bagi masa depan Indonesia. Sebab, Indonesia sebagai negara maritim memiliki wilayah perairan yang luas sehingga sangat perlu memanfaatkan teknologi satelit untuk pembangunan berkelanjutan.

“Teknologi ini digunakan dalam upaya menjaga sumber daya alam di laut dan lingkungan. Selain itu, teknologi ini juga untuk memonitor kebakaran hutan dan menjaga batas teritorial Indonesia,” ujarnya.

sumber :
https://tekno.tempo.co/read/news/2016/03/01/061749610/tingkatkan-pengawasan-laut-lapan-kerja-sama-dengan-inggris








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL