Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN Memilih Parigi Moutong Menyaksikan GMT
Penulis : bal • Media : beritapalu.com • 01 Mar 2016 • Dibaca : 18639 x ,

SIGI – Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) direncanakan akan berada di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada saat Gerhana Matahari Total (GMT) pada (09/03/2016) mendatang yang juga akan dilaksanakan shalat gerhana.

Demikian disampiakan Rhorom Priyatikanto, Bagian Pusat Penelitian Antariksa Bidang Matahari dan Antariksa saat sosialisasi GMT pada acara Sapta Pesona dan Sadar Wisata di Kabupaten Sigi, Selasa (1/2/2016).

Rhorom pada kesempatan itu juga menjelaskan Gerhana Matahari Total bisa terjadi sampai lima kali setahun tapi posisinya berpindah-pindah. GMT di kabupaten Sigi kali ini hanya bisa terjadi 375 tahun sekali dimana bumi mengelilingi matahari dan posisi istimewanya bulan berada di depan matahari.

“Bulan akan menutupi matahari dari atas dan mengakibatkan gelap hingga bulan bergeser ke bawah dan meninggalkan matahari dan saat-saat seperti itulah yang sangat indah dan merupakan anugerah,”Ungkapnya.

Ia mengatakan wisatawan sudah berbondong bondong mencari titik GMT dan hanya Indonesia yang melewati daratan dan bergerak sangat cepat dari Bengkulu hingga Sulawesi yang melewati Palu dan ternyata ada 7 kabupaten kota yang dilewati di Sulteng. Namun demikian di lautan pasifik pun sudah ada juga kapal pesiar yang menyaksikan GMT dari lautan.

Kesempatan itu juga menjadi bagian untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melihat langsung pada saat proses GMT karena akan membahayakan mata. Namun demikian bukan berarti tidak dapat melihat prosesnya, olehnya disediakan kacamata matahari untuk melihat GMT yang merupakan fenomena yang terindah.

“Ada yang perlu diperhatikan seperti menggunakan kacamata matahari, karena jika tidak, bisa merusak mata jika melihat langsung. Cahaya terang bisa mengaburkan kornea mata, kita bisa kena katarak, jika berlebihan retina bisa terbakar dan sakit mata, jika kerusakan ringan bisa sembuh 4 hingga lima bulan kalau berat bisa tidak sembuh,”ungkapnya.

Namun, bila yang tidak punya kacamata bisa menggunakan pantulan air dalam baskom akan tetapi setiap sepuluh detik melihat harus istirahat lagi demikian seterusnya secara berulang-ulang karena cahaya masih begitu terang.

Rhorom juga mengimbau kepada warga yang daerahnya menjadi titik lokasi pengamatan dan penelitian untuk tidak menganggu peneliti saat melakukan aktifitasnya,”Mohon jangan ada gangguan, biarkan para peneliti bekerja nanti setelah itu baru bisa berinteraksi dengan para peneliti untuk aktifitas berikutnya,”pintanya

sumber :
http://beritapalu.com/2016/03/01/kepala-lapan-memilih-parigi-moutong-menyaksikan-gmt/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL