Kompetensi Utama

Layanan


Peneliti Berbagai Negara Siap Amati GMT
Penulis : Dadang Kurnia • Media : Republika.co.id • 02 Mar 2016 • Dibaca : 15379 x ,


Home >> Koran >> Didaktika
Peneliti Berbagai Negara Siap Amati GMT
Rabu, 02 Maret 2016, 13:00 WIB

JAKARTA — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Kementerian Pariwisata untuk mendorong daerah dalam mempersiapkan kunjungan wisatawan saat fenomena gerhana matahari total (GMT). Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, ada lebih dari 10 negara peneliti asing yang sudah mendaftar untuk bekerja sama dengan Lapan di lokasi pengamatan GMT. "Dari NASA di Maba, ada peneliti dari Prancis juga di Ternate, dan direncanakan ada ratu dari Thailand juga akan hadir di Ternate," kata Thomas di Balai Pertemuan Dirgantara Lapan, Rawamangun, Jakarta, Selasa (1/3).

Thomas melanjutkan, meski di Indonesia memasuki penghujung musim hujan, secara probabilitas, pembentukan awan di Indonesia umumnya setelah tengah hari. Sehingga, peluang untuk mendapatkan hari cerah pada 9 Maret mendatang masih terbuka. "Karena, walaupun belakangan ini pagi itu umumnya mendung, ada peluang juga karena pembentukan awan itu aktif biasanya sesudah tengah hari," ucap Thomas.

Seperti kejadian pada 1988, GMT juga terjadi saat musim hujan. Tetapi, saat fenomena GMT terjadi, kata Thomas, cuaca di Indonesia menjadi cerah. "Jadi, peluang untuk cerah itu tetap ada. Karena ini kejadiannya pagi hari, beda kalau sore itu peluang berawannya lebih besar dibanding dengan pagi," kata Thomas.

Berbagai daerah yang akan dilintasi fenomana GMT pun bersiap. Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia, Selasa (1/3), menyatakan, pihaknya telah menyiapkan transportasi susur sungai bagi para wisatawan yang hendak menikmati keindahan alam serta sungai di kota itu. Riban juga membangun dan memperbaiki kafe terapung di Sungai Kahayan, terutama di kawasan Flamboyan Bawah, Palangka Raya. "Alhamdulillah, boat dan kapal wisata sudah siap. Regulasi untuk penggunaannya pun sudah disiapkan sehingga pada 7-9 Maret semua disusun untuk menyambut tamu," kata Riban.

Riban mengklaim, Palangka Raya akan menerima tamu dari 14 duta besar negara sahabat pada 9 Maret nanti. Untuk para duta besar itu, katanya, Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan sejumlah bus dan berbagai akomodasi lainnya agar para pejabat dari negara-negara sahabat itu merasa nyaman selama berkunjung. Ia juga telah menyiapkan pemandu wisata untuk membantu para wisatawan mengunjungi berbagai lokasi wisata di Palangka Raya.

Para pengelola hotel di Palembang pun akan menyajikan menu makanan pagi bagi para tamunya yang menyaksikan fenomena GMT di Jembatan Ampera Palembang pada 9 Maret 2016. "Semua hotel yang ada dalam menyambut gerhana matahari total menyajikan menu makan pagi bagi para tamunya di Jembatan Ampera tersebut," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Selatan Erlan Aspiudin di Palembang, Selasa.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatra Selatan menjadikan Jembatan Ampera sebagai salah satu tempat menyaksikan fenomena alam langka tersebut. Direktur Hotel Swarna Dwipa Palembang Augie Benyamin mengatakan, pihaknya siap menyukseskan kegiatan pariwisata itu. "Jadi, bukan saja menu makanan yang disiapkan, melainkan juga angkutan," kata Augie.

Adapun warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berencana melaksanakan bakti sosial di lokasi pelaksanaan festival pekan seni dan budaya menyambut fenomena alam GMT. Bakti sosial melibatkan warga dari tujuh desa di Kecamatan Gumbasa. "Selain bakti sosial, juga dilakukan ritual adat yang dipimpin langsung oleh Ketua Adat Desa Pakuli, Muhtar," kata Ketua Pemuda Pakuli Utara, AR Hamzah.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga membangun tujuh buah cottage dan tugu GMT di Desa Pakuli. Pembangunan cottage dan tugu GMT masih dalam tahap pengerjaan dan diupayakan rampung pada pekan ini. Dalam rangka menyambut peristiwa alam dan pekan seni dan budaya tersebut, warga di Desa Pakuli juga memasang gapura di setiap pintu masuk ke halaman rumah warga.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V menyatakan, masyarakat Papua dan Papua Barat bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian pada 9 Maret. Tepatnya pukul 09.53-11.48 WIT. "Prediksi gerhana matahari pada 9 Maret 2016 khusus di Kota Jayapura ini berdurasi sekitar 2 jam 55 menit dengan magnitudo 0,786," kata Staf Pelayanan Jasa Balai Besar Meterologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Agung Sabtaji di Jayapura, Selasa.

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/koran/didaktika/16/03/02/o3ee09-peneliti-berbagai-negara-siap-amati-gmt








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL