Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN dan KLHK Kerja Sama untuk Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung
Penulis Berita : Humas/Sur • Fotografer : Humas/Sur • 02 Mar 2016 • Dibaca : 28266 x ,

Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN (kanan) menyerahkan citra satelit kepada KLHK.

LAPAN dan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menandatangani perjanjian Kerja Sama, Rabu (2/3). Perjanjian kerja sama tersebut guna penyediaan dan pemanfataan teknologi dan data penginderaan jauh untuk kebutuhan bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Naskah kerja sama ditandatangani oleh Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN Dr. Orbita Roswintiarti dan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK, Dr. Hilman Nugroho. Penandatanganan berlangsung di Ruang Serba Guna, Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN, Pekayon, Jakarta Timur.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penyediaan data penginderaan jauh resolusi rendah, menengah, dan tinggi secara periodik dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pengembangan metode pengolahan dan pemanfaatan data penginderaan jauh untuk mendukung kegiatan pengendalian daerah aliran sungai dan hutan lindung.

Dalam acara penandatangan ini, Dr. Orbita Roswintiarti dan peneliti LAPAN Dr. Bambang Trisakti memaparkan tentang pemanfaatan data penginderaan jauh untuk mendukung pengendalian daerah aliran sungai dan hutan lindung.

Dalam paparan itu disebutkan bahwa data satelit penginderaan jauh yang dimiliki LAPAN merupakan “single government license” atau berlisensi pemerintah. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia No.6 Tahun 2012 tentang Penyediaan, penggunaan, pengendalian kualitas, pengolahan dan distribusi data satelit penginderaan jauh resolusi tinggi.

Citra satelit penginderaan jauh LAPAN diterima dari stasiun bumi di Parepare Sulawesi Selatan, Rumpin Bogor dan Jakarta. Stasiun bumi tersebut menerima data satelit untuk resolusi tinggi, menengah, dan rendah.

Stasiun Bumi Parepare untuk sistem penerimaan dan pengolahan satelit Terra, Aqua, S-NPP, Landsat-7/8, dan SPOT-6/7. Stasiun Bumi Rumpin untuk sistem penerimaan dan pengolahan satelit Terra, Aqua, dan Landsat-7/8. Sementara itu, Stasiun Bumi Jakarta untuk sistem penerimaan dan pengolahan satelit MTSAT, NOAA, dan METOP.

Dalam paparan tersebut juga disajikan beberapa contoh aplikasi penginderaan jauh untuk pemantauan perubahan kualitas Daerah Tangkapan Air (DTA), pemantauan danau, indentifikasi mangrove, pemantauan kerusakan hutan, dan identifikasi lahan kritis.

Penandatanganan kerja sama ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderan Jauh, Direktur Perencanaan dan Evaliasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai, Direktur Konservasi Tanah dan Air, Direktur Perbenihan Tanaman Hutan, Direktur Kesatuan Pengeloaan Hutan Lindung, serta Direktur Pengendalian Kerusakan Perairan Darat.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL