Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN Bekali Pers dalam Mendokumentasikan Pengamatan GMT 2016
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 03 Mar 2016 • Dibaca : 169936 x ,

Kepala LAPAN saat memaparkan cara pengamatan GMT kepada awak media.

Di mata masyarakat modern, gerhana bukanlah lagi sebagai suatu kejadian yang ditakutkan atau dihindari. Sebagaimana mitos yang diyakini saat itu, bahwa peristiwa gerhana digambarkan dengan matahari yang ditelan oleh raksasa, seperti yang dilukiskan dalam gambar perangko Indonesia bertemakan gerhana matahari. Justru, kini manusia memandang secara estetika, peristiwa tersebut sebagai suatu fenomena alam yang indah. Lalu bagaimana masyarakat menyongsong Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 yang akan terjadi pada 09 Maret 2016?

Tema tersebut menjadi bahasan dalam diskusi yang disampaikan Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Rabu (02/03), di Studio TV One. Pada kesempatan tersebut, Kepala LAPAN memberikan pembekalan kepada wartawan TV One yang akan melakukan pendokumentasian dan peliputan peristiwa GMT 2016 di beberapa wilayah di Indonesia, disiarkan live dari stasiun televisi tersebut pada tanggal 09 Maret mendatang.

Mulai dari ilmuwan baik perorangan maupun komunitas, bahkan masyarakat awam berbondong-bondong mempersiapkan diri dengan berbagai peralatan dan fasilitas lainnya untuk mengamati dan sekadar menikmati proses berlangsungnya gerhana matahari tersebut yang tentunya jarang terjadi pada kurun waktu yang pendek di satu wilayah.

Dalam diskusi tersebut, Kepala LAPAN memaparkan tentang asal mula hingga proses terjadinya GMT, wilayah yang dilintasi, durasi waktu terjadinya gerhana, cara pengamatan, bahkan dampak peristiwa langka tersebut dengan melakukan berbagai aktivitas.

“Keindahan langit beserta fenomena yang terjadi, menjadi daya tarik wisata pada era masyarakat modern ini. Beberapa konsep wisata muncul, antara lain celestial tourism, astronomical tourism, dan space tourism, salah satunya gerhana matahari, di mana piringan bulan menutupi sebagian atau seluruh piringan matahari.” Lalu bagaimana mengamatinya?

GMT 2016 diperhitungkan akan melintasi 12 titik di wilayah daratan di Indonesia. Masing-masing wilayah akan mengalami gerhana matahari total 1-3 menit. Dengan lama lintasan bayangan yang bergerak sebanyak 30 menit. Adapun cakupan diameter lintasan sepanjang 100 – 150 km. Untuk itu, Kepala LAPAN menyarankan, agar para awak media dapat mempersiapkan diri dengan mengatur pembagian waktu pada wilayah-wilayah tersebut agar peristiwa yang terjadi cukup singkat tersebut dapat ditangkap kamera dengan baik. “Strateginya, kita mencocokkan jam agar tidak terjadi delay dalam menangkap pergerakan gerhana tersebut,” imbuhnya.

Sebagai bahan pendukung, Kepala LAPAN menyampaikan simulasi proses pergerakan gerhana di seluruh lintasan yang terjadi di 12 propinsi di Indonesia, sebagai pedoman pers dalam melakukan peliputan. “Gerhana dimulai pada saat bulan perlahan menutupi piringan matahari, semakin lama semakin besar area yang ditutupi, kemudian sesaat sebelum memasuki fase total, sinar matahari terakhir akan bersinar melewati lembah-lembah di permukaan bulan dengan bentuk menyerupai cincin berlian,” paparnya.

Yang perlu diperhatikan, pada fase gerhana sebagian, dalam melakukan pengamatan sebaiknya menggunakan pelindung mata, seperti kacamata khusus, atau alat/bahan lainnya yang bersifat dapat meredupkan pancaran sinar matahari karena silau. “Jika tidak dilindungi, maka lapisan retina mata yang berisi syaraf sensitif bisa rusak.”

Untuk menyongsong peristiwa tersebut, Kepala menambahkan, bahwa sejumlah peneliti telah mempersiapkan kegiatan seperti seminar, pameran foto, pagelaran seni, dan sebagainya, dengan membagi jaringan pengamatan dan penelitian GMT di sejumlah daerah yang dilintasi. Bahkan sejumlah peneliti dari luar negeri ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengamatan GMT 2016. Mereka adalah para peneliti asing dari AS, Australia, Austria, Inggris, Jepang, Jerman, Canada, Malaysia, Prancis, Rusia, Spanyol, dan Swedia.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL