Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Pontianak Siapkan 180 Kacamata Khusus saat Gerhana Matahari
Penulis : Dina Prihatini • Media : Okezone.com • 04 Mar 2016 • Dibaca : 13689 x ,



PONTIANAK – Gerhana matahari total dengan intensitas 93 persen diperkirakan terjadi di Kota Pontianak pada 9 Maret 2016.

Terkait hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Pontianak akan menyiapkan dua titik lokasi pengamatan gerhana, yaitu Lapan Pontianak dan Masjid Raya Mujahidin.

Kepala Lapan Pontianak, Muzirwan, mengatakan pihaknya akan menyediakan 180 kacamata khusus untuk melihat kejadian yang hanya terjadi ratusan tahun sekali ini. Jumlah kacamata sebanyak itu akan dibagi untuk dua lokasi pengamatan.

“Mungkin sekira 100 atau 90 kacamata di Lapan Pontianak dan 90 di Masjid Raya Mujahiddin,” katanya, Jumat (4/3/2016).

Ia menjelaskan, peristiwa gerhana matahari total yang terjadi ketika bulan menutupi matahari memang tidak menimbulkan dampak berarti. Namun, hal yang perlu diwaspadai adalah ketika matahari mulai muncul dan bulan bergeser, saat itulah sinar matahari bila dilihat tanpa bantuan alat dapat mengganggu fungsi retina mata manusia.

“Dampaknya memang tidak dirasakan saat itu juga, tetapi dikhawatirkan dalam jangka waktu beberapa minggu atau bulan kemudian baru terasa (efeknya),” ucap Muzirwan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pihaknya akan memberi ruang untuk warga yang ingin menyaksikan gerhana matahari total.

“Kami memberi ruang kepada warga untuk dua titik pengamatan gerhana matahari yakni di Lapan Pontianak dan Masjid Raya Mujahidin,” ujar Edi Rusdi Kamtono.

Selain di Lapan Pontianak, pihaknya akan menyiapkan fasilitas teropong dan kacamata khusus di Kompleks Masjid Raya Mujahidin bagi warga yang ingin menyaksikan detik-detik fenomena alam yang sangat langka ini.

“Di Masjid Mujahidin juga akan digelar salat sunnah gerhana matahari,” ujarnya.

Edi mengimbau masyarakat yang ingin melihat peristiwa alam ini supaya tidak mengamatinya dengan mata telanjang, tetapi harus menggunakan alat. Alasannya, saat detik-detik gerhana matahari, ketika bulan mulai bergeser dan cahaya matahari mulai terlihat, pancaran sinar tersebut dapat merusak retina mata.

“Masyarakat hendaknya berhati-hati ketika melihat gerhana matahari nanti karena lidah cahaya matahari yang terpancar saat gerhana itu dapat merusak retina mata,” tuturnya.

Tidak hanya melihat fenomena alam ini, ia mengajak para siswa untuk mempelajari ilmu sains serta menggali informasi lebih dalam terkait gerhana matahari. Itu termasuk untuk mempelajari dampak yang dapat ditimbulkan bila melihat gerhana matahari total dengan mata telanjang.

Sumber :
http://news.okezone.com/read/2016/03/04/340/1327508/lapan-pontianak-siapkan-180-kacamata-khusus-saat-gerhana-matahari








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL