Kompetensi Utama

Layanan


Pengamatan Bersama LAPAN-NASA: GMT Saat Tepat untuk Amati Korona Matahari
Penulis Berita : Humas/Meg • Fotografer : Humas/Meg • 06 Mar 2016 • Dibaca : 15934 x ,

Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN saat membuka acara.

Gerhana Matahari Total (GMT) merupakan peristiwa langka yang istimewa. Untuk itu, ilmuwan dari berbagai negara akan datang ke Indonesia guna mengamati fenomena ini, salah satunya dari lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA.

Hal tersebut disampaikan dalam The Space Series: NASA-LAPAN Joint Eclipse Expedition to Halmahera. Kegiatan tersebut berlangsung di @america, Pacific Place Mall, Jakarta, Jumat (4/6).

Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN, Clara Yono Yatini, dalam acara tersebut mengatakan bahwa dulu, hanya sedikit orang Indonesia yang menyaksikan GMT. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai fenomena tersebut. Namun, saat ini berbeda, sudah banyak masyarakat yang memahami bahwa menyaksikan gerhana tidak berbahaya.

Peneliti LAPAN, Emanuel Sungging, mengatakan bahwa GMT yang akan terjadi pada 9 Maret 2016 ini merupakan peristiwa yang tidak terjadi secara reguler. GMT akan dialami oleh 12 provinsi di wilayah Indonesia. Ia mengatakan bahwa secara ilmiah, GMT nanti terjadi di wilayah tropis dengan kondisi atmosfer yang cenderung stabil sehingga dapat dilihat dengan lebih baik.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, LAPAN akan melakukan pengamatan GMT di berbagai wilayah Indonesia. Emanuel mengatakan bahwa di Palembang, LAPAN akan meneliti mengenai atmosfer sekaligus memberikan edukasi kepada publik. Pengamatan GMT bersama juga akan dilakukan di Palangkaraya dan Parigi Muotong, Sulawesi Tengah.

Di Ternate, Maluku Utara, LAPAN akan melakukan penelitian mengenai geomagnetic dan gravitasi. Tujuannya yaitu untuk mengetahui efek GMT terhadap geomagnetik di ekuator, menghitung defleksi cahaya dan massa matahari, serta untuk edukasi publik.

Di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, LAPAN akan melakukan penelitian photometrical flattening index Korona dan spektroskopi garis emisi korona. Di Manado, Sulawesi Utara, LAPAN akan melaksanakan penelitian mengenai gelombang gravitasi.

Emanuel mengatakan bahwa LAPAN dan NASA akan melaksanakan pengamatan GMT bersama di Maba Halmahera Timur, Maluku Utara. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan wilayah paling timur di wilayah Indonesia yang mengalami GMT dan berada di tengah jalur totalitas gerhana. Iklim di wilayah tersebut juga mendukung karena memiliki lebih sedikit tutupan awan dan hujan dibandingkan di wilayah lain yang dilintasi GMT kali ini. Dengan demikian, pengamatan di daerah ini diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik untuk penelitian.

Peneliti NASA, Nat Gopalswamy, dalam acara tersebut menjelaskan bahwa GMT merupakan saat yang cocok untuk meneliti mengenai korona matahari, terutama mengenai corona mass ejection (lontaran massa korona). Melalui GMT pula dapat diteliti mengenai temperatur dan kecepatan gerak lontaran massa korona tersebut. Matahari penting untuk diteliti karena merupakan bahan bakar bagi kehidupan di planet kita. Sementara itu, peneliti NASA Nelson L. Reginald, juga menyampaikan bahwa gerhana matahari dapat digunakan untuk menguji kecerahan dan mempelajari mengenai suhu matahari.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL