Kompetensi Utama

Layanan


Apa yang Bisa Dipelajari dari Gerhana Matahari Total?
Penulis : Ellavie Ichlasa Amalia • Media : Metrotvnews.com • 08 Mar 2016 • Dibaca : 12914 x ,

Metrotvnews.com: Gerhana matahari total akan terjadi di Indonesia pada tanggal 9 Maret mendatang. LAPAN telah mengumumkan bahwa mereka dan NASA mengadakan pengamatan fenomena gerhana matahari total dari Halmahera.

Lalu, apa saja yang bisa dipelajari oleh NASA dari gerhana matahari kali ini?

Gerhana matahari terjadi karena bulan berada di antara bumi dan matahari. Meskipun matahari tertutup, tetapi atmosfer matahari atau korona akan tetap dapat terlihat sebagai cincin yang ada di sekitar bulan. Inilah yang menarik perhatian para peneliti NASA.

Korona matahari dapat memanjang hingga jutaan mil, dan korona dalam adalah bagian yang menarik bagi para peneliti karena ia menyimpan rahasia dari berbagai misteri menyangkut matahari seperti percepatan angin matahari, lontaran massa korona dan juga pemanasan korona, yang ratusan kali lebih panas dari permukaan matahari.

"Atmosfer matahari adalah bagian yang menarik," kata Nelson Reginald, salah satu peneliti NASA dari Goddard Space Flight Center yang akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat gerhana matahari. "Gerhana matahari total memberikan kesempatan pada kita untuk mempelajari lengan matahari."

Seperti yang dikutip dari Motherboard, korona matahari sebenarnya terus tampak. Hanya saja, permukaan matahari jutaan kali lebih terang, sehingga korona menjadi tidak terlihat.

Jika para peneliti ingin mempelajari korona saat tidak terjadi gerhana matahari, maka mereka harus menggunakan coronagraph, yang akan membuat gerhana palsu dengan kepingan berbentuk lingkaran untuk menutupi permukaan matahari.

Cara ini efektif untuk mempelajari korona bagian luar. Namun, ia tidak efektif untuk mempelajari korona dalam. Alasannya, coronograph tidak hanya menutupi permukaan matahari, tapi juga korona bagian dalam.

Karena itulah, satu-satunya kesempatan untuk mempelajari korona dalam adalah saat terjadi gerhana matahari total, yang hanya berlangsung selama beberapa menit saja.

Pada gerhana matahari pada hari Rabu mendatang, NASA memiliki waktu 3 menit untuk mempelajari cahaya terpolarisasi yang keluar dari korona dalam. Cahaya ini mengandung informasi penting mengenai temperatur dan kecepatan elektron di bagian tersebut.

Instrumen yang akan digunakan NASA untuk mempelajari gerakan elektron dalam korona dalam matahari pertama kali digunakan pada tahun 1999 dalam gerhana di Turki.

Sebelum ini, operator instrumen tersebut akan menggunakan roda polarisasi yang diputar dengan tangan untuk mengambil 3 gambar. Saat Anda hanya memiliki waktu beberapa menit saja, proses tersebut sangat membatasi data yang dapat diambil.

Karena itulah, tahun lalu, NASA mengembangkan sebuah mesin baru. Kamera baru ini memiliki ribuan filter polarisasi kecil. Masing-masing filter dapat membaca cahaya terpolarisasi dari empat arah.

"Kami berhasil memotong waktu yang diperlukan untuk melakukan eksperimen kami lebih dari 50 persen," kata Nat Gopalswamy, investigator utama dari eksperimen gerhana di Goddard. "Kamera polarisasi jauh lebih cepat dengan risiko lebih rendah."

Sumber :
http://teknologi.metrotvnews.com/read/2016/03/08/495349/apa-yang-bisa-dipelajari-dari-gerhana-matahari-total








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL