Kompetensi Utama

Layanan


Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI Pantau Gerhana Matahari 2016
10 Mar 2016 • Dibaca : 32335 x ,

Fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) yang baru saja terjadi pada Rabu, 09 Maret 2016 memukau berjuta umat di dunia. Tak hanya orang Indonesia sendiri yang tinggal di daratan yang dilintasi GMT tersebut, namun juga tak sedikit warga asing berbondong-bondong mendatangi negeri ini sekadar menikmati dan mengabadikan peristiwa alam yang hanya terjadi sekali di wilayah yang sama dalam sepanjang tiga abad lamanya. Berbagai media digunakan untuk mengamati dan mengabadikan fase terjadinya GMT.

Selain melakukan pengamatan di beberapa wilayah terjadinya GMT menggunakan teleskop, LAPAN juga melakukan pemantauan gerhana matahari melalui satelit yang dioperasikan oleh stasiun bumi milik LAPAN. Fase-fase terjadinya gerhana, juga tak lepas dari pantauan Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI yang baru saja mengorbit 2015.

Satelit ini beroperasi melakukan pemantauan di daerah Maluku. Kemampuan muatan video satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI ini adalah melakukan pemantauan on-demand secara near real time. Sebagaimana dapat dilihat dalam video hasil penerimaan satelit tersebut dalam tautan ini

Adapun penjelasan dari lintasan satelit pada saat terjadi GMT tersebut dilukiskan dalam gambar berikut:

Garis warna biru pada gambar menunjukkan lintasan satelit LAPAN-A2 mulai pukul 00.52.00 GMT (09:52:41 WIT). Sedangkan garis warna hijau pada tanda waktu yang sama menunjukkan arah pandang kamera video. Pada saat itu, lintasan GMT ditunjukkan dengan garis warna merah. Dari garis-garis lintasan tersebut, digambarkan bahwa Ground track LAPAN-A2/LAPAN-ORARI bergerak lebih cepat dari ground track gerhana sehingga berhasil menyusul ke wilayah yang tertutup bayangan Bulan, ditunjukkan pada pukul 00.52.40.

Paparan pantauan gerhana oleh video Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI digambarkan dari citra permukaan bumi yang semula terlihat jelas tiba-tiba berubah gelap. Di dalam proses pemantauan ini, kamera satelit mulai menangkap gambar di wilayah Gorontalo untuk mengamati kondisi gerhana yang terjadi di wilayah Ternate dan Halmahera. Data hasil tangkapan gerhana dari Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI ini diterima dan diolah oleh Tim Stasiun Bumi LAPAN Rancabungur bekerja sama dengan Tim Stasiun Bumi LAPAN Rumpin dan LAPAN Biak. (Sumber: Humas/And, Pusteksat/AR).


Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Ir. Jasyanto, MM. (Hp. 081286287632)











Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL