Kompetensi Utama

Layanan


Gerhana Matahari, Fenomena Langka yang Beri Peluang Pahami Alam Semesta
07 Mar 2016 • Dibaca : 17126 x ,

Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari Total (GMT) dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada 9 Maret 2016. GMT terjadi ketika piringan Matahari tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan yang melintas di antara Matahari dan Bumi.

Secara statistik, Gerhana Matahari Total terjadi di suatu lokasi setiap 375 tahun. GMT terakhir yang teramati di Indonesia adalah GMT 18 Maret 1988 (Sumatera, Kalimantan) sedangkan GMT berikutnya adalah GMT 20 April 2023 (Timor, Papua). Pada saat gerhana, ukuran sudut Bulan 4 persen lebih besar dibandingkan ukuran sudut Matahari. Kondisi ini memungkinkan pengamat yang berada di jalur totalitas menyaksikan korona Matahari ketika piringan Matahari tertutup seluruhnya. Di luar jalur totalitas, Gerhana Matahari Sebagian dapat diamati.

Pengamatan Gerhana Matahari dapat dilakukan secara aman. Namun, cahaya Matahari sangat menyilaukan sehingga tidak diperbolehkan melihat langsung ke arah Matahari tanpa perlindungan. Meski tertutup sebagian oleh Bulan, cahaya Matahari masih berbahaya bagi mata.

Pengamatan langsung dapat dilakukan menggunakan filter, kacamata las atau kacamata Matahari yang hanya meneruskan sebagian kecil cahaya Matahari. Kacamata hitam atau kacamata polaroid tidak aman untuk pengamatan gerhana. Pengamatan tidak langsung dapat dilakukan dengan proyektor lubang jarum yang hanya meneruskan seberkas cahaya Matahari pada layar di belakangnya. Prinsip pantulan sebagian (partial reflection) oleh permukaan air juga dapat digunakan untuk melihat gerhana.

Bagi peneliti, GMT merupakan peluang untuk memahami alam semesta. Beberapa penemuan besar yang melibatkan gerhana di antaranya dilakukan oleh Edmund Halley (1685) dan Artur Eddington (1919). Edmund Halley menemukan adanya perlambatan rotasi Bumi. Perlambatan rotasi Bumi mengakibatkan satu hari menjadi lebih lama dan Bulan menjadi semakin jauh dari Bumi. Sementara itu, Arthur Eddington yang berhasil membuktikan teori relativitas Einstein dengan pengamatan pembelokan cahaya bintang saat GMT 29 Mei 1919.

Pada GMT 9 Maret 2016 ini, LAPAN mengirimkan ekspedisi penelitian di pelosok negeri. Di Palembang, peneliti atmosfer mengamati respon atmosfer Bumi saat gerhana. LAPAN juga meneliti dampak GMT terhadap perubahan intensitas radiasi matahari dan parameter fisik seperti temperatur. Selain itu, juga dilakukan penelitian dampak GMT terhadap laju fotosintesis yang diamati dengan perubahan pola-pola diurnal karbondioksida.

Guna menyambut GMT, LAPAN Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) akan melaksanakan edukasi keantariksaan di Palembang pada 8 hingga 9 Maret 2016. Rangkaian kegiatan tersebut yaitu seminar GMT dan stronomi, workshop pembuatan kacamata gerhana, teropong, dan kamera lubang jarum, serta permainan edukasi.

LAPAN juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengamati GMT melalui teleskop. Usai GMT, masyarakat dapat menikmati mini planetarium LAPAN, kamera lubang jarum raksasa di Jembata Ampera, serta permainan edukasi. Kegiatan ini sejalan dengan aktivitas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Kota Palembang. Aktivitas tersebut yaitu glowing night run, ritual komunitas supranatural, performance budaya, festival lomba foto internasional, pertunjukan barongsai sepanjang 30 meter dan pelepasan lampion, dan tur edukasi.

Selain di Palembang, LAPAN juga melaksanakan pengamatan di berbagai daerah. Di Manado, peneliti mengamati respon ionosfer dan gangguan komunikasi akibat gerhana. Di Ternate dan Halmahera dilakukan pengamatan korona Matahari baik secara fotometri (pengukuran intensitas) maupun spektroskopi. Pengamatan gangguan geomagnet juga dilakukan beberapa peneliti di Ternate. Selain kegiatan penelitian yang dilakukan LAPAN, terdapat puluhan kegiatan lain yang dilakukan saat gerhana terjadi, dimotori oleh beragam lembaga atau komunitas.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL