Kompetensi Utama

Layanan


Peneliti Berbagi Hasil Pengamatan
Penulis : Ric/Nda/Try/Ant/X-8 • Media : mediaindonesia.com • 16 Mar 2016 • Dibaca : 13639 x ,

Rabu (9/3) gerhana matahari total (GMT) melintasi 11 provinsi di Indonesia, yaitu Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Menjelang peristiwa langka setiap 350 tahun sekali itu, hampir tidak ada kamar hotel yang kosong.

Kementerian Pariwisata memprediksikan 10 ribu wisatawan asing dan 100 ribu wisatawan dalam negeri akan mendatangi sejumlah tempat di Indonesia yang dilintasi GMT, termasuk 69 peneliti asing dari 12 negara yang melakukan penelitian.

Di Bangka Belitung, turis sudah mengincar GMT sejak 6 bulan lalu. Bahkan Putri Thailand Maha Chakri Sirindhorn yang berencana berkunjung ke Ternate untuk melihat fenomena alam itu, hingga kemarin belum mendapatkan penginapan dengan fasilitas mewah untuk kunjungannya tersebut.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Jasyanto menyatakan hasil peneliti asing itu nantinya akan dibuka dan dibagi kepada Indonesia. "Harapan kami ada banyak hasil penelitian terkait GMT yang akan berguna buat kami, seperti efek atau feno-mena lain yang dihasilkan," terang Jasyanto.

Lapan, lanjut dia, bertugas mengoordinasi para peneliti asing di lapangan agar tak mendapat kesulitan saat meneliti. "Peneliti kami tidak banyak. Sebab itu, sangat bagus ketika ada peneliti asing yang melakukan penelitian di sini."

Menurut Jasyanto, tim peneliti Lapan sudah di­sebar di lokasi-lokasi strategis yang akan mendapat pemandangan GMT secara penuh sehingga hasil penelitian akan maksimal.

Di sisi lain, peneliti angkasa luar Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat, Sarah Jaeggli, mengatakan GMT tahun ini benar-benar purnama. "Bulan dan matahari total sempurna menyatu, seolah-olah keduanya menyatu, padahal berada di dua tempat dan orbitnya berbeda. Jadi Anda bisa melihat sebuah fenomena di pagi hari, seperti ada dua gerhana. Matahari tertutup bulan. Kondisinya gelap ­seperti malam hari, tapi langit tetap terlihat biru," jelasnya.

Sementara itu di Ternate, Maluku Utara, yang juga menjadi tujuan utama wisata GMT, para ilmuwan dunia dan wisatawan tampak memburu kuliner dan suvenir khas dae-rah itu. (Ric/Nda/Try/Ant/X-8)
*edt









Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL