Kompetensi Utama

Layanan


Mitos Lihat Gerhana Butakan Mata, Ini Kata Lembaga Antariksa
Penulis : fiz/zie/del/dtk/yuz/JPG • Media : http://www.jawapos.com • 16 Mar 2016 • Dibaca : 15611 x ,

JawaPos.com - Di tengah masyarakat Indonesia timbul mitos saat melihat langsung Gerhana Matahari Total (GMT). Yang paling teringat bisa membutakan mata orang yang melihatnya.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Jasyanto mengungkapkan, melihat GMT sebenarnya sama halnya ketika melihat matahari pada hari biasa.

Masyarakat diimbau untuk tidak terlalu khawatir melihat GMT bisa membutakan. Dia menegaskan, melihat GMT juga sama sekali tak ada radiasi ataupun efek lainnya yang bisa membahayakan indera penglihatan.

Dia menuturkan, jika melihat matahari biasa tentu juga tidak bisa berlama-lama karena memang akan membuat mata kita tidak nyaman. Hal tersebut sama halnya ketika melihat GMT.

Menurutnya pada saat terjadi GMT, kemudian langsung terang akan membuat mata tidak nyaman karena sinar matahari tersebut.

“Melihat gerhana aman, sepanjang berhati-hati dan tidak berlama-lama. Kalau mata telanjang, satu atau dua detiklah. Sudah itu berhenti, nanti beberapa lama ulang lagi, karena proses awal gerhana sampai akhir gerhana itu cukup lama, lebih kurang 2-3 jam,” ujar Jasyanto seperti dipansir Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group).
Hanya saja, dia menyarankan agar mata dapat dengan nyaman melihat fenomena alam yang langkah ini menggunakan alat bantu misalnya kacamata yang terbuat dari bahan Black Polymer yang dapat dibeli di tempat-tempat tertentu.

Atau melihat dengan menggunakan alat bantu lainnya seperti kacamata hitam, bekas rontgen, bekas film-film (klise) atau lainnya.

“Yang perlu kita cermati adalah terkait dengan pada saat gerhana total. Kita harus memakai alat bantu untuk meredam sinar matahari langsung sampai ke retina mata kita. Pada saat gerhana matahari total kemudian pada saat gelap itu langsung terang, itu yang perlu kita pakai alat bantu,” paparnya.

Dia juga memberikan tips membeli kacamata asli. Tipsanya sangat mudah. Caranya langsung dipakai dan melihat ke arah matahari. Jika mata nyaman maka asli. Sebaliknya, jika palsu tentu maka tidak akan nyaman melihat matahari.

Masyarakat diminta tak panik dengan berbagai isu tak benar. Jangan sampai seperti gerhana matahari yang terjadi pada tahun 1983 lalu, dimana masyarakat ditakutkan dengan kejadian-kejadian itu.

“Kita malah menganjurkan untuk melihat itu, orang dari luar saja ramai-ramai datang ke sini, ini sesuatu yang langka, nggak perlu takut,” ajak Jasyanto. (fiz/zie/del/dtk/yuz/JPG)


Sumber : http://www.jawapos.com/read/2016/03/06/20081/mitos-lihat-gerhana-butakan-mata-ini-kata-lembaga-antariksa/2








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL