Kompetensi Utama

Layanan


Kepala Lapan: Berita Equinox di Medsos Itu Hoax
Penulis : rep: Lintar Satria/antara, ed: Nina Chairani • Media : Republika.co.id • 20 Mar 2016 • Dibaca : 12599 x ,

JAKARTA -- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin mengatakan, tidak ada yang aneh dari fenomena equinox. Fenomena ini terjadi ketika Matahari berada di dekat garis khatulistiwa atau garis ekuator. Thomas dengan tegas mengatakan, fenomena ini tidak berimplikasi apa pun terhadap manusia.

"Jadi, berita yang di media sosial itu hoax," kata Thomas saat dihubungi Republika, Sabtu (19/3).

Equinox adalah salah satu fenomena astronomi, Mata hari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September.

Saat equinox berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi hampir relatif sama termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan.

Thomas menambahkan, peningkatan suhu bisa saja terjadi ketika Matahari di atas kepala. Tapi, hal itu tidak terjadi hanya ketika equinox. Pada saat musim pancaroba, pemanasan memang cenderung lebih efektif, terlebih liputan awan minimun. Suhu panas tidak akan mencapai 40 derajat Celsius.

Thomas menjelaskan bahkan pada Pulau Jawa masa Matahari di atas kepala sudah terjadi sebelum equinox. Ia mengatakan, hari-hari ini dalam biasa disebut hari tanpa bayangan. Terka dang peralihan musim memang meningkat suhu udara. "Karena minimum efek pendingan, pada Oktober-Februari ada angin dari selatan," katanya.

Thomas menjelaskan, di Indonesia rata-rata pada bulan Maret-April suhu udara memang tinggi.

Efek pendingin akan ada lagi pada bulan Juni-Juli- Agustus dari arah Utara. Thomas menegaskan, equinox bukan fenomena alam tapi lintasan Matahari rutin yang biasa terjadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengkha watirkan dampak fenomena equinox yang terjadi pada pekan depan.

"Equinox bukan seperti heat waveyang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat menyebabkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus S Swarinoto di Jakarta, Jumat (18/3).

Dia menjelaskan, secara umum kondisi cuaca di beberapa wilayah di Indonesia cenderung kering seperti Sumatra bagian utara mulai memasuki musim kemarau. Masyarakat diimbau tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

Sementara informasi yang tersebar melalui media sosial adalah akan terjadi fenomena equinox yang disebut akan memenga ruhi Malaysia, Singapura, dan Indonesia pada lima hari ke depan. Pesan tersebut juga menyarankan untuk tinggal di dalam rumah atau di ruang kerja pukul 12.00-15.00 setiap hari. Suhu akan berfluktuasi sampai 40 derajat Celsius. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan dehidrasi dan matahari

sumber :
http://www.republika.co.id/berita/koran/hukum-koran/16/03/20/o4bwkj1-kepala-lapan-berita-equinox-di-medsos-itu-hoax








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL