Kompetensi Utama

Layanan


LSU Petakan Garis Pantai Sepanjang 300 km
Penulis Berita : Pustekbang/GSP • Fotografer : Pustekbang LAPAN • 29 Mar 2016 • Dibaca : 27608 x ,

Pesawat LSU-03 yang dihgunakan untuk surveillance (inset : kenampakan software pengambil gambar dari LSU)

LAPAN melakukan kegiatan pemotretan garis pantai menggunakan LAPAN Surveillance UAV (LSU) pada Senin – Rabu, 28 – 30 Maret 2016. Kegiatan yang sudah dimulai sejak Senin (28/03) di wilayah Parangtritis, Yogyakarta ini ditujukan untuk memotret sepanjang 300 km garis pantai di wilayah Yogyakarta dan Pacitan. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendukung Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam upaya pengumpulan data guna pemetaan garis pantai dan memperbarui teritorial Indonesia.

Pemetaan garis pantai tersebut sebagai implementasi dari kerja sama LAPAN dengan BIG, salah satunya pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau biasa disebut drone untuk mendukung program dan kegiatan BIG. Penuangan kegiatan tersebut selanjutnya direalisasikan untuk memetakan kondisi wilayah pantai Indonesia.

Pemotretan garis pantai menggunakan UAV masih terhitung jarang dilakukan. Mengingat pemetaan garis pantai sangat unik, terutama dari perhitungan waktu pelaksanaan, di mana terjadinya air pasang dan air surut tidak sinkron dengan waktu lintasan satelit ketika sedang mengorbit di atas wilayah dimaksud. Sehingga penggunaan data satelit sangat kecil kemungkinan digunakan. Sementara jika pemetaan dilaksanakan secara manual sangat berisiko tinggi bahkan memerlukan waktu yang cukup lama.

Sebelumnya, LSU, sebagai hasil riset penerbangan Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) LAPAN ini telah diujicobakan sejak tahun 2015 dengan menerbangkan beberapa tipe untuk diuji kelayakannya memetakan garis pantai. Hasil yang dicapai telah melewati serangkaian kajian dan diskusi bersama, hingga dicapainya kesepakatan secara efektif dan efisien memanfaatkan LSU untuk pemotretan dan pemetaan tersebut.

Adapun misi yang dilakukan pada tahun ini adalah pemetaan sisi utara Pulau Irian (Papua), Kepulauan Riau, serta sisi utara dan selatan Pulau Jawa ( dalam hal ini Jawa Timur ). “Tim Pustekbang merasa senang dengan dilaksanakannya kegiatan ini, karena bertambah lagi aplikasi bermanfaat yang diemban oleh misi pesawat tanpa awak, LSU ini,” ungkap Kepala Pustekbang, Gunawan S. Prabowo.

“Saat ini, serial LSU-02 dan LSU-03 sedang menjalani proses re-development dalam rangka mendapatkan sertifikasi layak dari IMAA, yang saat ini menjadi satu-satunya institusi pemegang otoritas kelaikan terbang UAV di Indonesia, “ imbuhnya. Dengan sertifikasi tersebut, maka LSU milik LAPAN akan menjadi pesawat tanpa awak ke-2 di Indonesia (setelah Wulung, produksi PT DI) yang akan mempunyai sertifikasi kelaikan udara .

Diharapkan, program pemetaan garis pantai dengan menggunakan metode ini, yaitu pemanfaatan pesawat LSU, dapat membantu BIG dalam memetakan garis pantai, menentukan luas wilayah teritorial NKRI, sekaligus menguji keandalan LSU dalam aplikasi yang lebih luas.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL