Kompetensi Utama

Layanan


Awasi Jawa Barat, Aher Gandeng Lapan
Penulis : Ahmad Fikri • Media : Tempo.co.id • 14 Apr 2016 • Dibaca : 33612 x ,

TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, sengaja menandatangani Naskah Kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) untuk memudahkan pengawasan wilayahnya. “Itu terkait dengan pengawasan via satelit,” kata dia selepas penandatangan Naskah Kesepahaman itu di sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jawa Barat di Hotel Horison, Bandung, Kamis, 14 April 2016.

Aher, sapaan Ahmad Heryawan menuturkan, pemerintah Jawa Barat akan memanfaatkan produk citra satelit Lapan untuk sejumlah keperluan. Mulai dari pengawasan aktivitas penambangan, kemajuan pembangunan infrastruktur, hingga bencana alam.

Menurut Aher, khusus pengawasan aktivitas penambangan, citra satelit itu akan dimanfaatkannya untuk mengetatkan pengawasan. Perizinan sektor pertambangan ini misalnya, belum lama sengaja dibikin lebih ketat dengan mewajibkannya lolos penilaian administrasi, pemeriksaan lapangan, hingga mengantungi rekomendasi Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jawa Barat. “Izin ini menyangkut tata ruang, makanya ketat,” kata dia.

Aher mengatakan, izin-izin pertambangan yang sudah diterbitkan nantinya, akan diawasi via satelit. “Kami akan awasi pakai satelit, sehingga penyimpangan lingkungan sudah kelihatan sejak awal,” kata dia.



Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, lewat kerja sama ini lembaganya akan menyediakan semua permintaan terkait data penginderaan jauh untuk kepentingan pembangunan daerah, pemantauan lingkungan dan sumber daya alam, hingga potensi bencana. “Gratis, karena citra penginderaan jauh sudah mendapatkan lisensi pemerintah, diberikan secara gratis,” kata dia selepas penandatanganan Naskah Kesepahaman itu, di Bandung, Kamis, 14 April 2016.

Thomas mengatakan, pemerintah Jawa Barat sudah memanfaatkan sejumlah produk hasil citra satelit dari lembaganya. “Misalnya zona (pemetaaan) zona pemanfaatan ikan, itu sudah digunakan di Indramayu,” kata dia.

Menurut Thomas, dengan kerjasama itu, pemanfaatan citra satelit yang diberikan lembaganya bisa diberikan lebih luas lagi. Diantaranya, membantu pemantauan pemetaan pertumbuhan padi, jaringan irigasi, aktivitas pembangunan, pemantauan sumber daya alam, hingga kebencanaan.

Thomas mengatakan, citra satelit yang diberikan itu, diperoleh dari lebih dari lima satelit yang biasa dimanfaatkan lembaga itu. “Sementara ini adalah satelit internasional. Kita membayar anual-fee, sudah ada anggarannya. Kemudian untuk citra resolusi sangat tinggi harus ada pembelian khusus, tapi itu sudah dibeli dengan anggaran pemerintah dan nanti disediakan sebagai bank data sebagai data penginderaan zona nasional, dan itu gratis diberikan pada semua pemerintah daerah,” kata dia.

Menurut Thomas, lembaganya mengembangkan sistem data antara pemerintah provinsi dengan Lapan sehingga semua data citra satelit itu bisa didapatkan secara real-time. “Data itu bisa secara real-time diupayakan untuk bisa diberikan sesuai kebutuhan, jadi daerah menginformasikan kebutuhannya apa, kemudian Lapan menyediakan, mengolahnya, dan memberikan informasinya,” kata dia.

Thomas mengatakan, sejumlah daerah di Indonesia sudah menjalin kerja sama serupa seperit yang diteken hari ini dengan pemerintah Jawa Barat. Diantaranya, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Bangka-Belitung, serta Jawa Tengah. TNI serta sejumlah kementerian dan lembaga negara juga rutin mengakses data satelit dari Lapan untuk kebutuhannya masing-masing.

Sumber :
https://m.tempo.co/read/news/2016/04/14/061762774/awasi-jawa-barat-aher-gandeng-lapan








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL