Kompetensi Utama

Layanan


Hasil Kunjungan Deputi SDM Aparatur di LAPAN Formasi SDM Tentukan Kemajuan Lembaga
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 15 Apr 2016 • Dibaca : 41385 x ,

Rapat koordinasi pemaparan tentang program dan kegiatan LAPAN

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan & RB), Dr. Setiawan Wangsaatmaja mengujungi Kantor LAPAN Pusat, Kamis (14/04), Jakarta. Kunjungan tersebut terkait dengan koordinasi dalam penyusunan postur sumber daya manusia untuk upaya memenuhi kebutuhan formasi pegawai sesuai kompetensinya.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Sekretaris Utama, I.L. Arisdiyo, Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti, dan Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, Afif Budiyono. Rapat koordinasi diusung dengan menyampaikan pemaparan tentang program dan kegiatan LAPAN yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara, Yuliantini Erowati.

Pemaparan diawali dengan rencana capaian tujuh program besar LAPAN, yang bersumber dari empat dasar kompetensi LAPAN meliputi sains antariksa dan atmosfer, penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, dan kajian kebijakan penerbangan dan antariksa. Salah satu program besar LAPAN tersebut yaitu penyelenggaraan Reformasi Birokrasi.

Pada kesempatan pertemuan ini, dipresentasikan mengenai tugas dan fungsi Pusfatekgan sebagai Badan Layanan Umum yang dikelola LAPAN dalam memberikan pelayanan kepada pemerintah. Beberapa layanan Pusfatekgan adalah data penginderaan jauh, pencetakan citra satelit (PCS) data penginderaan jauh, bimbingan teknis pengolahan data citra satelit penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG), dan produk rekayasa teknologi dirgantara.

Sampai saat ini, LAPAN telah melayani sejumlah pengguna mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk pemanfaatan data citra satelit penginderaan jauh. Layanan data tersebut mulai dari data citra resolusi rendah sampai dengan resolusi tinggi. Pemanfaatan data penginderaan jauh diberikan gratis berdasarkan pengaturan Inpres Nomor 6 Tahun 2012. “Kami sudah bisa menyajikan data dengan resolusi tinggi sampai dengan 50 cm. Tak hanya sebaran wilayah saja, namun data tersebut dapat menampilkan dengan jelas posisi bangunan, pohon, bahkan aktivitas suatu wilayah setiap harinya,” ungkap Arisdiyo.

Data penginderaan jauh yang dikelola LAPAN dapat menyajikan kontur citra satelit untuk berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Pengelolaan data tersebut disajikan berdasarkan pantauan tiga stasiun bumi penerima data LAPAN yang berlokasi di Rumpin (Jawa Barat), Parepare (Sulawesi Selatan), dan Pekayon (Jakarta).

Layanan data satelit tersebut juga didukung dengan pemanfaatan teknologi penerbangan Pesawat Tanpa Awak, LAPAN Surveillance UAV (LSU) untuk melakukan pemotretan wilayah, terutama wilayah yang sering tertutup awan, contohnya saja sebagian wilayah di Kalimantan. Selain itu, LSU bermanfaat untuk mendukung kegiatan tanggap darurat seperti bencana banjir, tanah longsor, serta untuk melakukan pemotretan kondisi lingkungan di sekitar gunung berapi.

Tingginya kebutuhan pemanfaatan teknologi UAV ini, mendorong LAPAN untuk melakukan pelayanan terkait dengan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengoperasian LSU. Kegiatan yang dilakukan adalah bimbingan teknis untuk pengenalan tentang fitur dan seting parameter penerbangan autonomous dengan Mission Planner Sebagai Ground Control Station (GCS), prosedur koneksi GCS dengan autopilot UAV, perencanaan jalur terbang, serta praktik simulasi dan terbang.

LAPAN juga melayani pengguna untuk produk rekayasa teknologi dirgantara, salah satunya roket petir. Melalui pengembangan riset produk satelit, LAPAN telah berhasil meluncurkan satelit eksperimen secara bertahap. Setelah sukses dengan peluncuran satelit LAPAN A1, Semptember 2015 LAPAN juga berhasil meluncurkan satelit generasi kedua hasil kerja sama dengan ORARI. Satelit tersebut mengangkut muatan Automatic Identification System (AIS) yang bermanfaat untuk mengetahui posisi kapal dalam bentuk cluster, identifikasi kapal, dan tracking jalur pelayaran.

Tak hanya kegiatan-kegiatan tersebut, LAPAN mengembangkan riset lainnya di bidang sains antariksa dan atmosfer serta penelitian dan pengembangan teknologi dirgantara lainnya. Besarnya ruang lingkup litbang dan kajian yang dilakukan LAPAN berdampak pada tingginya kebutuhan SDM baik yang ahli maupun terampil untuk melaksanakan program dan kegiatan LAPAN sesuai dengan kompetensinya.

Melalui pertemuan tersebut, LAPAN berharap agar hasilnya dapat dijadikan rekomendasi bagi Kemenpan & RB sebagai instansi pembuat kebijakan dalam melakukan pengaturan SDM aparatur. Kebutuhan tenaga pegawai LAPAN yang sangat spesifik bidangnya, dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun formasi dan postur tenaga pegawai yang mengarah pada visi dan misi lembaga. Formasi SDM yang sesuai dengan kompetensinya mendorong kemajuan program dan kegiatan lembaga. (Humas/And)


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL