Kompetensi Utama

Layanan


Expo ICCEFE: Lapan Tampilkan Konsep Observatorium Bernuansa Teknologi Antariksa
Penulis Berita : Humas/ZK • Fotografer : Humas/SGD • 17 Apr 2016 • Dibaca : 33658 x ,

Para siswa mengunjungi gerai pameran LAPAN.

Climate Change Education Forum dan Expo (ICCEFE), kembali digelar pada 14-17 April 2016 di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta. Pameran yang sudah menjadi agenda tahunan sejak 2011 ini menjadi ajang LAPAN untuk menyebarluaskan informasi terkait hasil riset penerbangan dan antariksa. Serangkaian dengan pameran, diselenggarakan juga seminar, dialog interaktif, workshop, serta pemutaran film seni dan budaya ramah lingkungan.

ICCEFE merupakan ajang pameran pengendalian perubahan iklim paling bergengsi di Indonesia. Expo 2016 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya upaya bersama untuk menangani isu perubahan iklim melalui berbagai program edukasi, adaptasi, mitigasi perubahan iklim, maupun produk/inovasi teknologi ramah lingkungan dalam upaya mengurangi emisi karbon.

Pameran kali ini mengusung tema “Climate Infomation for Climate Action”. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim. Kegiatan dibuka secara resmi oleh utusan resmi Presiden untuk Pengendalian Perubahan iklim, Prof. Rachmat Witoelar.

Dalam setiap tahun penyelenggaraan, kegiatan pameran menyedot perhatian banyak kalangan. Pengunjung pameran selalu meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Hingga sampai saat ini sekira 90.000 pengunjung membanjiri stan pameran. Sejumlah 50 gerai pameran yang tersedia diisi oleh peserta dari berbagai kementerian/lembaga, perusahaan swasta/BUMN, LSM, serta badan dunia dan program kerja sama internasional.

LAPAN menampilkan anjungan dengan desain observatorium yang bernuansa teknologi antariksa untuk lingkungan. Stan tersebut didukung dengan tampilan menarik poster beserta alat peraga, yang menggambarkan hasil penelitian dan pengembangan LAPAN, antara lain sistem penghitungan karbon nasional, Indonesia's National Carbon Accounting System (INCAS), melalui dukungan data penginderaan jauh multitemporal, untuk implementasi pengurangan emisi karbon dari deforestrasi dan degradasi hutan, perubahan iklim, dan hasil riset tentang tingkat kerentanan wilayah pesisir yang disebabkan oleh kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim.

Ditampilkan pula Sistem Pemantauan Informasi Cuaca Antariksa (SPICA) dan Satellite Disaster Early Warning System (SADEWA). SADEWA sendiri merupakan sistem peringatan dini bencana terkait dengan kondisi atmosfer ekstrim yang didukung data satelit penginderaan jauh dan model-model dinamika atmosfer lainnya. Hasil pengamatan Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI diinformasikan untuk mendapatkan citra digital maupun analog yang berfungsi untuk pemantauan kapal di Indonesia dan komunikasi radio amatir untuk bencana alam.

LAPAN juga mengenalkan pemanfaatan data penginderaan jauh untuk keperluan Zona Potensi Pengamatan Ikan (ZPPI). Selain itu, diinformasikan juga Pesawat LSU yang bermanfaat untuk mendukung kegiatan mitigasi bencana. Berbagai tampilan video diputar untuk menyajikan berbagai hasil litbang LAPAN.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL