Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Selenggarakan Pertemuan ASEAN Untuk Implementasikan Dasar Pedoman Penangulanggan Bencana Alam
Penulis Berita : Humas/Zk • Fotografer : Humas/And • 20 Apr 2016 • Dibaca : 35385 x ,

Peserta acara Workshop ASEAN foto bersama

Berbagai bencana alam sering terjadi di kawasan Asia Tenggara. Peristiwa tersebut dapat menimbulkan kerusakan fisik, korban jiwa, dan kerugian ekonomi maupun dampak sosial lainnya yang cukup besar. Untuk meminimalisir dampak, LAPAN bersama dengan negara-negara di lingkungan ASEAN melakukan kerja sama dengan menyelenggarakan kegiatan yang membahas tentang pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana.

Indonesia, dalam hal ini LAPAN, menjadi tuan rumah penyelenggaraan 4th ASEAN Workshop on Simulation Exercise on the Procedural Guidelines for Sharing Space Based Information During Emergency Response. Kegiatan berlangsung di Hotel Golden Flower Savero, Bogor, pada tanggal 19-21 April 2016.

Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Dr. M. Rokhis Khomarudin. Ia menjelaskan, kegiatan kali ini fokus pada tahap penyusunan pedoman untuk merespon jika terjadi bencana alam di negara anggota ASEAN. “Kita bisa bertindak cepat dengan meggunakan data penginderaan jauh atau teknologi antariksa lainnya,” jelasnya. Data penginderaan jauh tersebut memberikan informasi lebih cepat dengan jangkauan yang lebih luas. Sementara, pemanfaatannya dikoordinasikan melalui sub committee disaster management dan melalui perwakilan badan antariksa dari masing-masing negara anggota ASEAN.

Selain LAPAN, anggota forum yang terlibat kali ini antara lain United Nations Platform for Space-based Information for Disaster Management and Emergency Response (UN-SPIDER), United Nations for Space Based Information for Disaster Management and Emergency Response, United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP), United Nations Institute for Training and Research (UNITAR), United Nations Operational Satellite Application Programme (UNOSAP), UNOSAT, the ASEAN Coordination Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre).

Sebagaimana disampaikan perwakilan dari UN-SPIDER, Shirish Ravan, bencana alam sering terjadi di kawasan ASEAN. Padahal, cara penanggulangan serta cara memanfaatkan teknologi satelit penginderaan jauh masih sangat terbatas, baik dari segi pengalaman maupun kemampuan sumber daya manusia.

Berbicara mengenai sejarah pembentukan forum ini, diselenggarakan Workshop pertama denga tema Development of mechanisms for acquisition and utilization of space-based information during emergency response tahun 2014 di Yogyakarta. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas manajemen dan prosedur penanggulangan bencana alam di lingkungan ASEAN. Kegiatan tersebut masih dalam tahap identifikasi masalah dan menampung masukan terkait penanggulangan bencana alam. Pertemuan berlanjut tahun 2015 di Cina. Dilanjutkan kemudian di Thaliand dengan tema Workshop to finalise the procedural guidelines for requesting space-based information during emergency response in ASEAN.

Shirish menekankan bahwa pertemuan kali ini akan mengevaluasi dan melakukan uji coba hasil penyusunan Procedural Guidelines yang telah dilakukan pada pertemuan terdahulu. Tantangannya yaitu, masalah peningkatan kapasitas dan peningkatan koordinasi antar badan antariksa. Disadari, bahwa kemampuan teknologi di antara negara anggota ASEAN masih terbatas.

Kegiatan kali ini bertujuan untuk membangun SOP bencana alam melalui pertukaran data dan informasi di lingkungan negara ASEAN. Misi ini sangat besar manfaatnya untuk pengelolaan dan penanggulangan bencana alam di wilayah ASEAN di masa mendatang.

Workshop dihadiri perwakilan dari Angkasa dan DDPM (Malaysia), UN-SPIDER, UNESCAP, UNITAR, UNOSAT, MLSW, NDRCC dan RADI (Cina), Gistda (Thailand), BMC dan STI (Vietnam), Nadma (Kamboja), Malaysia, MOT (Myanmar), serta Pagasa (Pilipina). Perwakilan lembaga internasional tersebut sangat mengharapkan bahwa pertemuan ini memperoleh hasil yang lebih progresif dari pertemuan sebelumnya. Sedangkan perwakilan dari Indonesia selain LAPAN adalah BPPT, BNPB, BIG, dan ESDM. Harapannya, SOP tersebut sudah dapat segera diimplementasikan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL