Kompetensi Utama

Layanan


LIPI Lakukan Pengujian Teknologi Satelit Indonesia
Penulis : fza/ed: isr • Media : lipi.go.id • 26 Apr 2016 • Dibaca : 22951 x ,

Bogor, Humas LIPI. Indonesia termasuk negara dunia pertama yang menggunakan teknologi satelit untuk komunikasi selain Amerika Serikat dan Kanada pada tahun 1976 yang ditandai dengan peluncuran Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa. Namun teknologi pengembangan satelit sejauh ini masih menggunakan teknologi yang diimpor dari luar negeri. "Indonesia harus mulai fokus dalam penyediaan material untuk pengembangan satelit," jelas Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain saat acara Persiapan Peluncuran Satelit LAPAN-A3/IPB di Bogor pada Senin (25/4) lalu.

Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB merupakan satelit hasil pengembangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang direncanakan akan diluncurkan pada 10 Juni 2016 di India. "LIPI bangga dapat berkontribusi dalam pengujian elektromagnetik dan vibrasi melalui Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI," jelas Iskandar. Sebelumnya LIPI juga menguji komponen radio frekuensi serta elektromagnetik dan vibrasi untuk satelit LAPAN-A2/ORARI, satelit pertama yang teknologinya dikembangkan di Indonesia, yang diluncurkan pada tahun lalu.

Kepala Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI, Harry Arjadi mengungkapkan pengujian komponen dilakukan selama tiga minggu. “Pengujian elektromagnetik untuk memastikan tidak ada gangguan di komponen penerima frekuensi sedangkan uji vibrasi dilakukan untuk ketahanan komponen satelit terhadap getaran,” paparnya. Dirinya menjelaskan pengujian tersebut dilakukan oleh personel-personel yang memiliki kompetensi di bidangnya dan didukung oleh peralatan canggih yang memenuhi dan mengacu kepada standar dan metode uji internasional.

Dalam kesempatan tersebut Iskandar mengharapkan pemanfaatan citra sateli dapat diperluas untuk bidang lain seperti zonasi daerah bencana untuk mitigasi serta eksplorasi kekayaan alam Indonesia. "Adanya hasil pencitraan satelit yang spesifik akan menghemat biaya eksplorasi dan sangat berperan besar dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sering terjadi di Indonesia ," ujar Iskandar.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin mengungkapkan teknologi satelit merupakan teknologi yang saat ini menjadi salah satu teknologi kunci selain teknologi informasi. "Program satelit mikro LAPAN yang dimulai sejak peluncuran satelit LAPAN A-1 pada tahun 2007 adalah upaya penguasaan teknologi satelit oleh indonesia," jelasnya.

Menurut Thomas, pengembangan teknologi satelit akan dilakukan lewat skema konsorsium kerjasama antar instansi pemerintah. “Pola ini lebih efektif ketimbang kita menduplikasi apa yang sudah dilakukan oleh instansi lain,” tutupnya. (fza/ed: isr)



Sumber : http://lipi.go.id/berita/single/LIPI-Lakukan-Teknologi-Satelit-Indonesia/15454








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL