Kompetensi Utama

Layanan


Lapan Luncurkan Satelit untuk Pantau Pangan
Penulis : Neneng Zubaidah • Media : Koran-sindo.com • 26 Apr 2016 • Dibaca : 27060 x ,

BOGOR – Lembaga Penerbangan Antariksa (Lapan) akan meluncurkan satelit Lapan A3. Satelit yang akan diluncurkan di India ini akan memantau kuantitas tutupan lahan dan memantau sumber daya pangan.

Kepala Lapan Thomas Djalaluddin mengatakan, satelit yang akan diluncurkan Mei ini dibuat bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Penerus satelit Lapan A2 ini difungsikan untuk pengindraan jauh guna mengukur kualitas dan kuantitas tutupan lahan serta memantau sumber daya pangan.

“Satelit ini berfungsi sebagai pengindraan jauh oleh satelit Lapan A3 ini adalah untuk deteksi kapal laut melalui Automatic IdentificationSystem (AIS). Sedangkan untuk sistem sains, satelit itu mengukur matriks bumi. Teknologi satelit dipakai dalam kehidupan sehari-hari, selainyangpertama adalah satelit teknologi informasi,” ujarnya di Rancabungur, Bogor, JawaBarat, kemarin.

Thomas menambahkan, peluncuran satelit Lapan A3 ini merupakan kemajuan besar dalam satelit eksperimental mikro. Untuk profilnya, satelit A3 memiliki berat 115 kilogram. Pendahulunya, satelit A2 memiliki bobot tidak lebih dari 100 kilogram, hanya 76 kilogram; sedangkan satelit A1 berbobot 57 kilogram.

Dengan kemampuannya, Lapan-A3 akan mampu mengidentifikasi tutupan dan penggunaan lahan serta pemantauan lingkungan. Satelit juga mengemban misi pemantauan kapal laut. Muatan pengindraan satelit Lapan-A3 yang berupa 4 bands multispectral imager beresolusi 18 meter dengan swath 100 kilometer, adalah gagasan dari IPB.

Muatan inilah yang akan dimanfaatkan untuk memantau tanaman pangan. Rektor IPB Herry Suhardiyanto menerangkan, satelit ini dapat memberikan informasi indra yang bermanfaat. Secara real time dapat memperkirakan produksi padi nasional. Herry menambahkan, satelit tersebut dapat memperkirakan daerah potensi perikanan dalam rangka ketahanan pangan.

Di samping itu, juga bisa memantau hotspot dan informasi atmosfer. Menurut Herry, keterlibatan ini dilakukan karena IPB mendapat mandat dari negara sebagai institusi terdepan dalam riset tentang ketahanan pangan. Selain itu, IPB memiliki banyak ahli di bidang remote sensing dan perencanaan wilayah.

Selama ini, kata Herry, bangsa Indonesia selalu memanfaatkan informasi dari satelit milik negara lain. Karena itu, bangsa ini tentu harus memiliki informasi yang akurat dari satelit milik sendiri. Dengan kata lain, sesuai dengan kebutuhannegeriini.“Olehsebab itu, kami sejak 2009 mulai merintis kerja sama dengan Lapan.

Kerja sama dimulai dengan pembahasan bersama tentang space mission,” terangnya. Menurut Herry, satelit tersebut difokuskan untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kebanggaan nasional. Dalam hal ini, dengan menggunakan satelit yang dibangun oleh anak bangsa.

Sumber :
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=0&n=6&date=2016-04-26








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL