Kompetensi Utama

Layanan


LSU LAPAN Potret Garis Pantai di Wilayah Trenggalek
Penulis Berita : Humas/Happy • Fotografer : Humas/Happy • 08 May 2016 • Dibaca : 29096 x ,

Jajaran Pejabat LAPAN dan BIG berfoto bersama dengan LSU-02 yang digunakan pemotretan

LAPAN bersama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) kembali melakukan pengambilan gambar wilayah garis pantai. Tahap pemotretan kali ini diselenggarakan di Pantai Munjungan Trenggalek, Jawa Timur, pada tanggal 8-9 Mei 2016, menggunakan Pesawat LAPAN Surveillance UAV (LSU) - 02. Kegiatan kerja sama hasil kolaborasi Tim LSU Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN dengan Tim Survei Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai BIG ini bertujuan mendukung tercapainya data garis pantai di wilayah Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai wilayah kepulauan terluas di dunia. Panjang garis pantai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mencapai 99.092 km. Untuk itu, data dan informasi garis pantai harus diukur, di hitung, dan ditetapkan dengan akurat karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perhitungan luas wilayah serta kepastian perencanaan wilayah pesisir dan laut.

Pemotretan ini merupakan pemotretan tahap akhir guna mendapatkan data garis pantai di sebagian wilayah pantai Pulau Jawa bagian selatan (Yogyakarta-Pacitan-Trenggalek). Hal ini disampaikan Oleh Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar BIG, Dodi Sukmayadi, yang menyaksikan langsung penerbangan LSU-O2. Ia menambahkan, pelaksanaan tahap 1 dan 2 telah dilaksanakan di Yogyakarta dan Pacitan pada bulan Maret-April lalu. Pemotretan pada tahap 3 kali ini dilakukan bertepatan dengan air surut terendah. “Data tersebut nantinya akan digabungkan (seamless) sehingga akan tergambar satu segmen garis pantai yang utuh dan akurat,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, metode pengambilan gambar wilayah garis pantai dengan menggunakan pesawat tanpa awak ini, hasilnya sangat akurat walaupun membutuhkan biaya yang sangat besar dibanding dengan menggunakan metode citra satelit. Sebab, data pada saat air laut surut terendah sulit diperoleh dengan menggunakan pemantauan satelit, mengingat tidak sewaktu-waktu satelit melintas di atasnya, sehingga kurang reliable untuk keperluan garis pantai. Selain data garis pantai, misi ini juga bermanfaat untuk mendata pulau-pulau yang belum bernama.

LAPAN menyambut baik kolaborasi ini, sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti. Ia menyampaikan, untuk memberikan layanan kepada masyarakat, LSU milik LAPAN telah melakukan beberapa kali pemotretan wilayah guna memberikan informasi yang cepat, akurat dan efisien. Salah satunya, melakukan pemotretan pada saat pasca banjir longsor di Banjarnegara. Metode ini ditempuh karena keuntungannya, data retakan tanah terlihat lebih jelas dibanding menggunakan data satelit. LAPAN akan terus mengembangkan teknologi Unmanned Aerial vehicle (UAV) untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan bangsa Indonesia, sehingga manfaatnya dapat diperoleh oleh instansi pemerintah maupun masyarakat yang membutuhkan.

Kerja sama ini akan dilanjutkan dengan adanya transfer teknologi sehingga target pulau yang harus diverifikasi sebanyak 17.504 dapat dilakukan secara cepat.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL