Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN Dorong Pegawai LAPAN Mengikuti Pendidikan Non Gelar Riset Pro
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 16 May 2016 • Dibaca : 35698 x ,

Suasana Sosialisasi Program Pendidikan Non Gelar Riset Pro

Senin (16/05), LAPAN melaksanakan rapat koordinasi untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) mengikuti Pendidikan Non Gelar (PNG) Riset Pro yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kegiatan ini diikuti oleh para perwakilan seluruh satuan kerja (satker) LAPAN di Ruang Rapat Antariksa, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta.

Kemenristekdikti membuka peluang ke seluruh lembaga di bawah koordinasinya untuk mengajak keterlibatan dengan mengikutsertakan SDM lembaga terkait, mengikuti program PNG Riset Pro pada tahun anggaran 2016 ini. Program PNG ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Iptek dengan memberikan beasiswa untuk mengikuti pelatihan, kursus, dan pemagangan atau mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri. Adapun jangka waktu pendidikan tersebut dapat diselenggarakan dalam batas waktu antara 2 minggu sampai dengan 3 bulan.

Direktur Kualifikasi SDM Kemenristekdikti, Dr. Muklas Ansori menyampaikan, tahun 2016 sebagai tahun terakhir pemanfaatan kesempatan program PNG Riset Pro. Masih ada sekira 700 kuota yang dapat dimanfaatkan untuk diisi dengan berbagai kegiatan pelatihan. Secara spesifik, Muklas mendorong agar LAPAN dapat mendukung pemanfaatan program tersebut. Untuk menyeleksi usulan terhadap program ini, proposal yang diusulkan disusun dengan metode pencapaian flagship. “Kami ingin, proposal usulan segera kami terima, mengikuti pedoman dan memenuhi persyaratan, sehingga semakin cepat diproses, semakin mengurangi hambatan yang biasanya terjadi di dalam pengurusan administrasi keuangan,” ucapnya.

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mendorong agar seluruh Kepala Satker di LAPAN segera mengajukan proposal usulan kegiatan pelatihan dan semacamnya, untuk memanfaatkan sebesar-besarnya kesempatan tersebut. Proposal kegiatan berdasar pada tujuh program utama LAPAN, yaitu Decission Support System (DSS) berbasis sains antariksa, DSS berbasis sains atmosfer, pengembangan teknologi roket SONDA, pengembangan pesawat transport dan pemantauan maritim, pengembangan satelit, pengembangan bank data penginderaan jauh nasional, serta pengembangan sistem pemantauan bumi nasional.

Artinya, proposal yang diusulkan oleh masing-masing satker berdasar pada roadmap pengembangan SDM LAPAN, yang disesuaikan dengan renstra, Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan, serta Human Capital Development Plan (HCDP) LAPAN. Jenis pelatihan juga diusulkan untuk mewujudkan Visi LAPAN yaitu membangun center of excellence dalam rangka menuju LAPAN yang maju dan mandiri.

Maka, Kepala LAPAN menghimbau, agar setiap satker segera menyusun proposal usulan, yang kemudian digabungkan ke dalam proposal induk terkait peningkatan kapasitas SDM LAPAN. Salah satu contoh pelaksanaan pelatihan, dapat ditempuh dengan mendatangkan seorang pakar dari luar negeri. “Dengan mendatangkan pakar dari luar negeri, manfaatnya lebih besar, terkait langsung dengan fasilitas yang kita punyai. Sehingga seluruh bekal pelatihan yang diperoleh dapat dipraktikan langsung dengan menggunakan peralatan dan fasilitas lainnya yang disediakan dan dioperasikan sehari-hari di LAPAN,” imbuhnya.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, sebagaimana ditegaskan oleh Muklas, LAPAN dapat mengusulkan proposal dengan jenis kegiatan yang mewadahi ruang lingkup kegiatan dari dukungan manajemen/administrasi. Asal, kegiatan tersebut tetap mendukung kegiatan utama LAPAN.

Pada kesempatan ini, disampaikan juga sosialisasi mengenai proses penyusunan dan pengusulan proposal untuk pendidikan non gelar Riset Pro. Sosialisasi disampaikan oleh Adhi Putranto (Kemenristekdikti). Diharapkan, program pendidikan non gelar ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kegiatan dapat diselenggarakan dengan melakukan kerja sama antar institusi, bahkan dapat ditempuh melalui kegiatan konsorsium.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Sekretaris Utama LAPAN, I.L. Arisdiyo menjelaskan, bahwa LAPAN memulai dengan menyusun HCDP, untuk memaparkan kondisi aktual SDM LAPAN berdasarkan latar belakang pendidikan dan kompetensi dasar seluruh pegawai, serta kondisi aktual pegawai yang sedang melakukan tugas belajar baik di dalam maupun luar negeri.




Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL