Kompetensi Utama

Layanan


Wapres Jusuf Kalla Dukung Tujuh Program Utama LAPAN
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And-Dok.Setwapres • 18 May 2016 • Dibaca : 40994 x ,

Audiensi Kepala LAPAN dengan Wapres RI

Untuk mewujudkan Visi LAPAN, membangun center of excellence dalam rangka menuju LAPAN yang maju dan mandiri, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin memaparkan program utama LAPAN dihadapan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), H. Muhammad Jusuf Kalla. Pertemuan audiensi tersebut berlangsung di Kantor Wapres RI, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (18/05). Pertemuan ini sekaligus dimanfaatkan Kepala LAPAN, mengundang Wapres RI untuk meresmikan Pengembangan Sistem Pemantau Maritim Berbasis Iptek Penerbangan dan Antariksa di Kantor Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN yang akan diagendakan kemudian.

Pada kesempatan ini, Kepala LAPAN memaparkan tujuh program utama LAPAN, termasuk keberhasilan Satelit LAPAN-A1/LAPAN-TUBSAT dan LAPAN-A2/LAPAN-ORARI, serta rencana peluncuran Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB. Program Unggulan LAPAN tersebut, adalah pengembangan teknologi satelit, teknologi aeronautika (pesawat transport dan sistem pemantau maritim berbasis pesawat tanpa awak), roket sonda yang akan dijadikan roket peluncur satelit, bank data penginderaan jauh, sistem pemantauan bumi nasional, sistem pendukung keputusan dinamika atmosfer equator, serta sistem pendukung keputusan cuaca antariksa dan sistem pemantauan (observatorium nasional).

Saat ini, LAPAN sedang fokus untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional, salah satunya dengan meluncurkan satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB untuk pemantauan lahan pertanian dengan berbagai macam pemanfaatan. Satelit hasil riset LAPAN, menjadi alat canggih yang mempunyai berbagai ragam kegunaan. Dengan menjalin kerja sama ke berbagai pihak baik instansi pemerintah maupun swasta, LAPAN turut mendukung kegiatan mitigasi kebencanaan, kegiatan kemaritiman salah satunya pemantauan pergerakan kapal-kapal yang berlalu lintas di wilayah perairan Indonesia, dan sebagainya.

Untuk mendukung sarana transportasi nasional secara mandiri, LAPAN mengembangkan riset Pesawat N219 untuk transportasi antar pulau kecil. Menanggapi rencana ini, Wapres JK menyampaikan apresiasi yang tinggi dengan mendorong LAPAN, agar tidak hanya fokus pada pembuatannya saja, namun juga membuat perencanaan yang detil mengenai ketersediaan sparepart dan pemeliharaan pesawat tersebut. Tak terhenti pada pemanfaatannya, agar dirumuskan suatu strategi pemasaran dari pesawat tersebut.

LAPAN tengah berupaya secara optimal untuk semakin meningkatkan riset pesawat tanpa awak yang dalam tahap selanjutnya berfungsi untuk mendukung pemantauan bidang kemaritiman. Diharapkan, teknologi ini dapat menggantikan pesawat berawak sehingga hasil yang dicapai lebih efektif dan efisien.

Lebih lanjut Kepala LAPAN menjelaskan bahwa LAPAN terus meningkatkan penguasaan teknologi bidang peroketan, selain diarahkan untuk mengembangkan roket yang dapat meluncurkan satelit secara mandiri, namun juga memperkuat pertahanan nasional dengan mendukung sistem pertahanan alat utama sistem senjata (alutsista).

Keberadaan bank data penginderaan jauh nasional telah banyak memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ketersediaan data penginderaan jauh sejauh ini bermanfaat untuk berbagai kegiatan di bidang kemaritiman, kebencanaan, dan sumber daya alam dan lingkungan, seperti kegiatan tanggap darurat, perencanaan tata ruang, dan sebagainya. Sistem pemantauan bumi nasional ini juga telah bermanfaat untuk pemantauan wilayah yang potensial untuk penangkapan ikan, identifikasi titik panas dan potensi kebakaran lahan, dan pemantauan permukaan bumi lainnya.

Wapres menyarankan, agar LAPAN lebih mengintensifkan pemanfaatan data penginderaan jauh untuk mendukung peningkatan produksi pertanian. “LAPAN lebih terbuka lagi dalam memberikan akses data inderaja untuk panduan para nelayan, sehingga mereka dapat memanfaatkannya dengan lebih mudah dan praktis,” ujarnya.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala LAPAN menyampaikan, saat ini LAPAN telah mengimplementasikannya, salah satunya menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah di Yogyakarta, memanfaatkan Decission Support System (DSS) berbasis sains antariksa dan sains atmosfer yang diintegrasikan dengan penangkapan ikan dan potensi bencana serta cuaca buruk di laut.

Di lingkup pendidikan, Kepala LAPAN menyampaikan sistem pendukung keputusan cuaca antariksa, LAPAN bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam upaya membangun observatirum nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi keantariksaan. Rencananya, LAPAN mengusulkan, NTT sebagai Taman Nasional Langit Gelap.

Tingginya kebutuhan untuk peningkatan kegiatan berbagai riset di LAPAN berdampak pada tingginya kebutuhan anggaran LAPAN. Menyikapi hal ini, Wapres Jusuf Kalla menyatakan dukungan, asalkan hasil riset tersebut dapat memberikan manfaat ke masyarakat serta mempunyai fokus yang jelas. Wapres menyarankan agar LAPAN berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait lainnya, bersinergi meningkatkan hasil-hasil riset LAPAN agar berhasil guna.

Kepala LAPAN diwawancara wartawan usai audiensi


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL