Kompetensi Utama

Layanan


4 Misi Utama Peluncuran Satelit Lapan-A3 di India
Penulis : Amirullah • Media : Tempo.co.id • 19 May 2016 • Dibaca : 24554 x ,

Peneliti memeriksa satelit LAPAN A2/LAPAN ORARI di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bogor, 3 September 2015. LAPAN A-2 membawa kamera analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi empat meter. Dengan orbit ekuatorial, LAPAN A-2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan meluncurkan Satelit Lapan-A3/IPB di India pada Juni mendatang. Satelit itu membawa empat misi utama.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan satelit itu sudah berada di India. "Awal Mei sudah dikirim ke India. Semula ditargetkan meluncur 10 Juni, tapi ada pergeseran. Mungkin pada pekan terakhir Juni," kata Thomas, Rabu, 18 Mei 2016, seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Lapan-A3/IPB adalah satelit generasi ketiga buatan Lapan yang dirancang di fasilitas Rancabungur, Bogor. Pengujian satelit ini juga melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Lapan sebelumnya telah meluncurkan dua satelit, yakni Satelit Lapan-A1/Tubstat pada 2007 dan Satelit Lapan-A2/Orari pada 2015.

Thomas mengatakan Satelit Lapan-A3/IPB akan mempunyai orbit polar dengan ketinggian orbit 500 meter. Satelit akan mengelilingi bumi 14 kali dalam sehari, tapi melintasi Indonesia empat kali, yakni dua kali di siang hari dan dua kali di malam hari. "Ada empat misi yang akan dibawa Satelit Lapan-A3/IPB," kata Thomas.

Misi pertama adalah pemantauan lahan, khususnya pertanian. Misi ini dilakukan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Nantinya IPB akan mengekstrak informasi yang terkait pertanian. Kedua, misi pemantauan kapal. Data yang didapat Satelit Lapan A3-/IPB akan melengkapi data dari Satelit Lapan A2/Orari. Satu satelit Lapan mampu mendeteksi 2,4 juta kapal secara global.

Dengan keberadaan Satelit Lapan-A2 dan Lapan-A3, pemantauan kapal diharapkan bisa lebih akurat karena frekuensi lintasannya jadi lebih sering. Thomas mengatakan misi pemantauan kapal ini juga bisa dikaitkan dengan pertahanan dan keamanan nasional. Dalam hal interpretasi, data yang didapat satelit bisa dimanfaatkan bermacam-macam, misalnya terkait manuver kapal-kapal yang mencurigakan dalam aspek illegal fishing dan aspek lain yang harus dicermati.

Ketiga adalah misi keilmuan, yakni untuk pengukuran medan magnet bumi. Adapun misi keempat adalah misi uji eksperimen yang dikembangkan insinyur Lapan. Ini terkait uji sensor bintang untuk mengarahkan sikap dari satelit dan reaction will untuk pengendalian satelit. Kalau misi keempat ini berhasil, Thomas mengatakan, eksperimen tersebut akan terus digunakan untuk generasi satelit berikutnya. "Jadi kemandirian dari komponen satelit secara bertahap akan dikuasai," kata Thomas.

Dia mengatakan pilihan peluncuran di India karena Lapan telah memiliki kerja sama dengan negeri Hindustan itu. Kerja sama ini memungkinkan biaya peluncuran lebih murah, dan prosedur peluncurannya relatif lebih mudah. Biaya pembuatan Satelit Lapan-A3 mencapai Rp 60 miliar, sedangkan Lapan-A1 sekitar Rp 35 miliar, dan Lapan-A2 sekitar Rp 50 miliar.

Satelit-satelit tersebut, kata Thomas, murni dibuat di Indonesia oleh insinyur Lapan dan dengan fasilitas Indonesia, baik itu fasilitas Lapan maupun fasilitas dari instansi terkait, seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan LIPI. Pembuatan satelit ini adalah upaya menuju kemandirian di bidang teknologi satelit. "Jadi, walaupun ini kelas satelit mikro, ini kelas tahapan penguasaan teknologi satelit," kata Thomas. Secara bertahap, dengan ketersediaan anggaran, kata Thomas, Lapan ingin mengembangkan satelit kelas besar yang lebih operasional.

Sumber :
https://tekno.tempo.co/read/news/2016/05/19/061772212/4-misi-utama-peluncuran-satelit-lapan-a3-di-india








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL