Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN Kenalkan Alam Semesta pada Forum Silaturahmi Darmawanita Persatuan LPNK di Lingkungan Ristekdikti
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 25 May 2016 • Dibaca : 29108 x ,

Kepala LAPAN memaparkan fenomena alam semesta di hadapan peserta Talkshow DWP LPNK Ristekdikti

Rabu (25/05), berlangsung pertemuan forum darmawanita persatuan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN, Pekayon, Jakarta Timur ini diisi dengan kegiatan talkshow dengan pembicara Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Penasihat Darmawanita Persatuan Ristekdikti, Hasbiah Nasir.

Di dalam forum tersebut, Kepala LAPAN mengajak peserta yang seluruhnya adalah ibu-ibu, memahami tentang alam semesta dan bumi. Dijelaskan bahwa, alam semesta tidak langsung diciptakan keseluruhan sekaligus, namun berevolusi selama milyaran tahun. Secara runtut, Thomas menyampaikan mengenai fenomena matahari, hakikat langit, bintang, dan hubungan keterkaitan seluruh isi tata surya tersebut.

“Mengapa bintang-bintang tidak terlihat pada waktu siang hari? Sebab kenampakannya kalah oleh hamburan cahaya matahari,” demikian salah satu pembicaraan menarik yang diangkatnya. Thomas juga menjelaskan matahari sebagai bola gas panas memberikan manfaat yang besar untuk lingkungan sekitarnya. Laksana manusia hidup, ternyata bintang juga mempunyai masa kehidupan. Sambil menunjukkan gambar, Ia menjelaskan tahapan bintang, diawali dengan bintang-bintang yang baru lahir, berkembang, bahkan sampai dengan bulan yang sudah mati.

Berbicara mengenai matahari, Kepala LAPAN menuturkan, sewaktu-waktu, matahari meledak, yang secara ilmiah disebut dengan badai matahari. “Fenomena ini pernah terjadi pada tahun 2012, di mana orang-orang heboh dengan isu kiamat, yang sebenarnya adalah terjadinya siklus tersebut, “ ungkapnya. Menurutnya, pemahaman yang benar adalah, dengan terjadinya badai matahari, ledakan-ledakan tersebut dapat merusak sebagian besar sarana teknologi yang digunakan oleh seluruh penduduk di bumi. Hal tersebut menjadi topik perbincangan hangat di negara-negara maju. Sebab, ledakan matahari dapat merusak satelit yang ada di luar angkasa. Sementara, saat ini, seluruh kehidupan di bumi sebagian besar bergantung terhadap keandalan teknologi satelit tersebut.

Kepala LAPAN juga menjelaskan terkait penentuan jadwal Ramadan dan Hari raya Idul Fitri, yang saat ini sudah ada perhitungan yang akurat. Perbedaan yang terjadi menurut pemahaman masing-masing terlebih pada perbedaan kriteria.

Lebih lanjut, Ia memaparkan tentang fenomena pemanasan global, akibat efek rumah kaca. Makin lama, karbondioksida makin meningkat, akibat penggunaan transportasi, berkembangnya industri, dan lainnya. Bumi yang semakin panas, berdampak pada air permukaan laut dan suhu yang semakin meningkat.

Pesan moral yang disampaikan pada kesempatan ini adalah, ajakan kepada ibu-ibu, untuk menjaga bumi tempat kehidupan manusia dan lingkungannya dari pemanasan global, dengan melakukan kegiatan-kegiatan nyata, seperti menanam pohon, memperbanyak hutan, dan sebagainya.

Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti menyambut hangat antusiasme ibu-ibu darmawanita ini dengan mengenalkan keberadaan Kantor Kedeputian Penginderaan Jauh LAPAN yang kegiatan sehari-harinya melakukan riset bidang penginderaan jauh, mulai dari melakukan pengolahan, penyimpanan, dan pendistribusian data citra satelit penginderaan jauh. “Kami mengoperasikan tiga stasiun bumi yang berlokasi di Parepare, Rumpin, dan Pekayon untuk mengelola data tersebut agar bermanfaat semaksimal mungkin untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, data penginderaan jauh sangat besar manfaatnya untuk pemantauan sumber daya alam dan lingkungan. Salah satu bentuk pelayanan LAPAN di bidang ini yaitu keterlibatan LAPAN dalam memberikan data untuk masalah-masalah kebencanaan, seperti gunung meletus, kebakaran lahan serta hutan, dan sebagainya.

Di akhir acara, peserta kegiatan melakukan kunjungan fasilitas pengolahan data penginderaan jauh yang berlokasi di Kantor LAPAN Pekayon. Di dalam kunjungan tersebut, mereka memperoleh bekal wawasan mengenai pemanfaatan data penginderaan jauh, dengan menyaksikan secara langsung bagaimana proses pengelolaan data tersebut dilakukan.



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL