Kompetensi Utama

Layanan


Semarak Hakteknas ke-21: Bangun Inovasi Sumber Daya Berkualitas
Penulis Berita : Humas/Sur • Fotografer : Humas/Sur • 31 May 2016 • Dibaca : 10304 x ,

Peluncuran Peringatan Hakteknas ke-21 di Semarang (insert: Menristekdikti dan Gubernur Jateng memencet tombol peluncuran)

Semarang (31/05), bertempat di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah, diselenggarakan peluncuran peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21. Peringatan kegiatan Hakteknas yang jatuh pada tanggal 10 agustus kali ini mengangkat tema “Inovasi untuk Kemandian dan Daya Saing Bangsa”. Agenda peringatan tersebut berangkat dari pemikiran Inovasi dengan prinsip better, cheapter, dan faster, tanpa melupakan kualitas dan keunikan sumber daya yang dikembangkan dengan sentuhan Iptek.

Penyelenggaraan Hakteknas bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi putra puti Indonesia, dalam keberhasilannya memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi produk-produk inovasi yang memiliki daya saing. Diharapkan, kegiatan tersebut menjadi sarana menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat tentang budaya iptek dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Dr. Mohammad Nasir menginformasikan, bahwa inovasi teknologi pangan, khususnya padi, di wilayah Provinsi Jawa Tengah sudah berhasil. Hal tersebut ditunjukkan dengan stok padi Bulan Juni dapat memenuhi kebutuhan untuk enam bulan mendatang. Bahan pangan tersebut diharapkan dapat didistribusikan sampai daerah lainnya.

Selanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi secara nasional, Menristek mengajak para peneliti, perekayasa, inventor, dan inovator untuk terus melakukan rekayasa genetika terhadap sapi madura, bali, dan sumba.

Terkait teknologi transportasi Indonesia, telah dikembangkan pesawat transportasi N219 yang menghubungkan antar pulau. Pesawat hasil riset LAPAN bekerja sama dengan PT. Dirgantara Indonesia ini dirancang dengan teknologi tinggi yang tidak kalah dengan negara lain, bahkan estimasi harga jualnya terbilang lebih murah. 

Sementara itu, Indonesia telah menguasai teknologi penangkapan ikan. Teknologi tersebut mengubah paradigma nelayan. Semula, nelayan pergi ke laut untuk mencari atau menangkap ikan. Namun dengan teknologi penginderaan jauh, melalui sistem yang dikembangkan dalam zona potensi penangkapan ikan, dapat memandu nelayan untuk mencari daerah yang potensial dihuni ikan yang melimpah. Teknologi tersebut sudah diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menristekdikti berharap, hal tersebut dapat diaplikasikan juga oleh para nelayan di wilayah pantai utara (pantura) Jawa Tengah. 

Seremonial ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, para pejabat di lingkungan Kemenristekdikti, perwakilan LPNK Ristekdikti, serta jajaran pejabat pemerintah daerah dan perguruan tinggi setempat. 

Sebagai informasi, rangkaian peringatan Hakteknas tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 7-10 Agustus 2016 di Surakarta, Jawa Tengah. Rangkaian acara akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti Talkshow di stasiun televisi, Ritech Expo, karnaval iptek dan budaya, workshop, konferensi nasional teknologi tepat guna, serta beberapa kegiatan lainya.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL