Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Berkontribusi dalam Lomba Presentasi Bahasa Prancis di Universitas Atmajaya
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/EN • 03 Jun 2016 • Dibaca : 11148 x ,

Suasana presentasi lomba MT 180 oleh salah satu peserta

Jumat (03/06), di Ruang Yustinus Kampus Universitas Atmajaya, Jakarta, berlangsung lomba presentasi disertasi yang disampaikan menggunakan bahasa prancis dalam waktu 180 detik. Kegiatan ini diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia oleh Institut FranÇais Indonesia (IFI). Kompetisi diikuti oleh Sembilan peserta yang terdiri dari para doktor dan mahasiswa (S3). 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Duta Besar Prancis, Madame Corinne Breuze. Menurutnya, kegiatan yang dikemas dalam Ma These en 180 secondes (MT 180) ini diikuti oleh para peserta yang merupakan warga Indonesia. “Mereka telah diseleksi selama tiga bulan terakhir, dengan kemampuan dasar dan pengalamannya yang pernah bekerja di Prancis,” ujarnya. 

Keanekaragaman hayati, ilmu sosial, mekanika, dan ilmu kelautan, menjadi obyek pemaparan peserta. Rata-rata bahan presentasi diambil dari bahan disertasi mereka. Kuliah di Prancis, menjadi pengalaman tersendiri mahasiswa Indonesia untuk sekaligus menikmati seni, budaya, dan gastronomi. Maka, melalui MT 180, sains dikemas menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh siapa saja, karena pemaparan yang dikemas ringan dan mudah dimengerti. 

Pada kesempatan tersebut, LAPAN turut bekerja sama dengan memberikan kontribusi pada tahap penilaian lomba. Deputi Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti tampil sebagai Dewan Juri perlombaan tersebut. Dengan bekal pengalamannya mengenyam pendidikan di Prancis, serta wawasan ilmu pengetahuan di dunia sains, Rika dipilih menjadi salah satu Tim Juri kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut berangkat dari pemikiran mengenai kebanyakan generasi muda saat ini yang mulai meninggalkan sains. Mereka cenderung berkarir di bidang pekerjaan yang menghasilkan uang lebih ketimbang berkarir di dunia sains. Padahal, untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, secara tidak langsung pasti memerlukan sains. 

Sementara, menurut Corinne, sains justru menawarkan karir yang luar biasa, penghargaan nobel, medali field, berbagai proyek besar, misalnya stasiun luar angkasa ISS atau proyek fisi nuklir ITER. Dalam setiap perkembangan waktu, sains akan semakin berkembang sehingga memancing rasa ingin tahu bagi mereka yang menggandrungi dunia sains. 

Berkompetisi dengan menyampaikan gagasan besar yang diringkas dalam tiga menit, bukan perkara mudah. Masing-masing peserta harus memiliki kualifikasi intelegensia yang tinggi. Maka, diselenggarakannya kegiatan ini, menjadi bukti kemajuan bangsa ini. Bahwa Bangsa Indonesia mampu mengembangkan bahasa internasional selain bahasa inggris untuk berkomunikasi. Sehingga, bangsa ini mampu membuka jejaring dengan bangsa lain, sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan melakukan transfer teknologi dari negara yang lebih maju.

Untuk selanjutnya, pemenang lomba akan diikutsertakan dalam kompetisi yang sama tingkat internasional di Maroko, Afrika Utara. Harapannya terhadap kegiatan ini, generasi muda di Indonesia mampu bersaing di kancah internasional, mengembangkan potensinya melalui kegiatan keilmuan di berbagai bidang. Kegiatan ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda baik kalangan pelajar maupun mahasiswa, agar dapat berperan serta, setidaknya melakukan seperti yang dipresentasikan oleh para peserta lomba. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL