Kompetensi Utama

Layanan


Peneliti Lapan: Perlu Skenario Hadapi Bencana Iklim Ekstrim
Penulis : Anwar Siswadi • Media : Tempo.co.id • 09 Jun 2016 • Dibaca : 8380 x ,

TEMPO.CO, Bandung - Peneliti Klimatologi pada Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Erma Yulihastin mengatakan, skenario bencana terburuk perlu dipikirkan terkait musim kemarau basah di Indonesia 2016-2017. “Kalau pun misalnya tidak terjadi, yang penting sudah siap-siap,” katanya, Rabu, 8 Juni 2016.

Berdasarkan prediksi dari model iklim, Lapan mencatat kemunculan faktor-faktor musim kemarau basah. Artinya di masa kemarau seperti biasanya, curah hujan di wilayah Indonesia masih bakal muncul dan banyak, bisa dari intensitas maupun durasi lama hujan atau persistensi.

Skenario bencana terburuk yakni La Nina dan musim hujan yang waktu puncaknya berbarengan sejak Desember 2016 hingga Februari 2017. “Dampak skalanya luar biasa untuk banjir dan longsor se-Indonesia,” ujar Erma.

Masa tanam dan panen juga akan terpengaruh dengan kemarau basah. Kementerian Pertanian, ujarnya, beberapa kali mengundang rapat para peneliti dari BMKG dan Lapan membahas anomali cuaca tersebut. Namun belum diketahui langkah antisipasi dan kebijakan penanganannya.

Selain di daratan, jalur penerbangan juga bisa berbahaya dengan kemunculan awan Comulonimbus selama musim kemarau basah. Jalur pelayaran dan kapal nelayan juga bisa berhadapan dengan gelombang tinggi laut. “Saya mengkhawatirkan terjadi bencana nasional di berbagai pulau di Indonesia,” kata Erma.

Sementara itu, para peneliti dari ITB, BPPT, dan LIPI telah menanam beberapa alat pemantau longsor di Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Kabupaten Bandung. Sejauh ini mereka masih terkendala soal pengoperasian alarm longsor. “Sistem pemantau longsor ini rumit alat ukurnya karena faktor penyebab longsornya banyak,” kata anggota tim pemasangan alat Landslide Early Warning System, Muhammad Miftahul Munir.

Sumber :
https://m.tempo.co/read/news/2016/06/09/061778138/peneliti-lapan-perlu-skenario-hadapi-bencana-iklim-ekstrim








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL