Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Selenggarakan Pembinaan Kelembagaan Menuju Pusat Unggulan Iptek Antariksa
Penulis Berita : Humas/Zk • Fotografer : Humas/Zk • 10 Jun 2016 • Dibaca : 9148 x ,

Membangun pusat unggulan bukan berarti membangun atau membentuk pusat atau unit baru dalam sebuah lembaga. Suatu lembaga dapat membangun pusat unggulan dengan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas setaraf internasional sesuai dengan tugas dan fungsi lembaga tersebut. Prinsip ini yang menjadi topik bahasan dalam kegiatan sosialisasi program pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) di lingkungan LAPAN, Jumat (10/06) di Ruang Rapat Antariksa, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan satuan kerja di LAPAN.

Pemaparan terkait PUI dipaparkan Yudho Baskoro Muriadi, perwakilan Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Kemenristekdikti. Ia menyampaikan beberapa aspek mekanisme pengajuan pusat unggulan iptek, antara lain proses pendaftaran, seleksi, kegiatan pembinaan, serta indikator capaian yang harus dipenuhi oleh lembaga litbang untuk bisa ditetapkan sebagai PUI.

Sudah menjadi keharusan bagi lembaga penelitian dan pengembangan teknologi di Indonesia menduduki predikat sebagai pusat unggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Untuk meraihnya, LAPAN memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui hasil produk litbangnya yang bermanfaat untuk berbagai kebutuhan. 

Manfaat PUI ini, untuk memperkuat program dan kompetensi, serta memperluas jaringan kemitraan Iptek baik tingkat nasional maupun internasional di bidang penerbangan dan antariksa, sesuai kompetensinya. Selain itu juga, untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dengan memanfaatkan program insentif untuk dana penelitian, salah satunya dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Dana tersebut dipergunakan untuk kegiatan pelatihan dan pendidikan berjenjang setiap tahunnya.

Lebih lanjut, Yudho menjelaskan empat tahapan yang harus dilalui untuk memperoleh status PUI. Pertama, instansi terkait harus mengajukan proposal PUI dan mengisi fomulir secara online. Kedua, instansi terkait melakukan verifikasi data dalam jangka waktu tiga tahun terakhir. Ketiga, lembaga pengusul melakukan pembinaan selama tiga tahun. Keempat, lembaga terkait mendeklarasikannya sebagai PUI, dengan syarat apabila memenuhi angka penilaian 850. Namun jika capaian nilai yang diperoleh di bawah angka tersebut, maka masih dalam kategori pembinaan selama tiga tahun. Di dalam tahapan-tahapan tersebut akan dilakukan supervisi dan fasilitasi, sehingga lembaga tersebut memiliki kompetensi yang layak untuk ditetapkan sebagai PUI. 

Selam masa pembinaan, Pusat Unggulan Iptek akan mengembangkan tiga kapasitas kelembagaan. Ketiganya mencakup kapasitas lembaga mengakses informasi (Sourcing Capacity), kapasitas riset (Research and Development Capacity), dan kapasitas diseminasi (Disseminating capacity).

Salah satu satuan kerja di lingkungan LAPAN yang telah mengajukan sebagai PUI adalah Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA). Pengusulan dilakukan pada tahun 2014 dan saat ini berstatus dalam tahap pembinaan. Diharapkan, tahun 2017, PSTA sudah dapat memenuhi persyaratan untuk dideklarasikan menjadi Pusat Unggulan Pemodelan Atmosfer Indonesia LAPAN. 

Sementara, pihak Kemenristekdikti sudah mendata sekurangnya 45 lembaga yang sudah memiliki PUI. Adapun, data dari Lembaga Pemerintah Non Kementerian di bawah koordinasi Kemenristekdikti adalah BPPT, BATAN, LIPI, LAPAN, dan Eijkman Institute.

Sekretaris Utama LAPAN, I.L. Arisdiyo menghimbau, satker-satker di lingkungan LAPAN, dalam hal ini pusat teknis segera mengajukan proposal dan mengisi formulir yang disediakan, guna melengkapi data yang dibutuhkan untuk mengusulkan PUI. Untuk itu, Arisdiyo menjanjikan, akan memberdayakan bagian kearsipan untuk mengoordinasikannya. 

“Pengajuan propasal dilakukan secepatnya, sebelum lembaga lain ‘mengibarkan bendera’, mengisi tupoksi dan kompetensi yang ada di LAPAN. Hal ini akan menyulitkan bagi LAPAN untuk masa mendatang”, tegas Yudho. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL