Kompetensi Utama

Layanan


Tingkatkan Akurasi Data, Kementan Gandeng LAPAN
Penulis : Gervin Nathaniel Purba • Media : Metrotvnews.com • 16 Jun 2016 • Dibaca : 23628 x ,

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam meningkatkan keakuratan data pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) bermitra dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Hari Priyono mengatakan, momen ini sangat penting mengingat Kementan kerap mengalami dilema mengenai data. Seperti diketahui, data selalu menjadi landasan penetapan kebijakan penting di bidang pangan dan pertanian pada umumnya.

"Data kami selalu diragukan. Kalau produksi kami cukup, selalu diragukan. Kalau kurang, tidak ada komentar. Apalagi kalau sudah soal impor," ujar Hari, usai melakukan MoU di Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2016).

Data Lapan digunakan untuk mendukung perbaikan data pangan berupa citra satelit, yaitu Citralkonos, GeoEye, QuickBird, WorldView-1, WorldView-2, dan Pleides digunakan untuk pemetaan lahan pertanian sawah, perkebunan, hortikultura, maupun pemetaan infrastruktur jaringan irigasi, jalan usaha tani, dan lainnya.

“Untuk memantau penanaman padi mulai dari fase penggenangan, fase tanam, vegetatif-1, vegetatif-2, vegetatif maksimum, generatif-1, generatif-2, hingga panen dan bera, dipantau menggunakan citra landsat-8,” tutur Hari.

Menurutnya, hasil dari citra satelit ini sangat bermanfaat digunakan sebagai sarana early warning system dan bahan pengambilan kebijakan pangan. Selain itu, untuk perancangan teknis di lapangan diantaranya program percepatan tanam, estimasi kebutuhan benih, pupuk, pasca panen, dan juga estimasistok.

Selain itu, hasil pengolahan data citra satelit ini tentunya dilakukan ground-chek di beberapa lokasi untuk mengevaluasi validitas dan kemantapan sistemnya.

"Apabila sudah teruji handal terhadap formula citra satelit ini, maka diharapkan dapat dijadikan sebagai pengganti metode pengukuran luas tanam, panen dan produktivitas yang dilakukan konvensional,” tuturnya.

Ia berharap hasil citra satelit ini dapat digunakan sebagai second-opinion terhadap keraguan data pangan yang saat ini banyak diperdebatkan.

"Kita bisa tahu wilayah yang lagi panen raya ada di mana, jalur distribusi pangannya bagaimana, di mana ada lahan kosong," kata Hari.

Sementara itu, Sekretaris Utama LAPAN, Ignatius Loyola Arisdiyo menerangkan, pemanfaatan citra satelit ini memiliki cakupan yang lebih luas sehigga akurasi datanya mencapai 88 persen.

“Yakni dapat mengetahui kapan waktu panen, tingkat produktivitas suatu tanaman, mencitrakan luas lahan baku, dan lahan tanam,” kata Ignatius.

Ia menyampaikan LAPAN sebelumnya telah bekerja sama dengan Kementan sebanyak empat kali, dan kali ini merupakan yang kelima. Untuk itu, dia berharap MoU ini dapat memacu dan meningkatkan pelayanan publik Kementan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan Suwandi memaparkan kelebihan pemantauan pertanaman padi melalui citra satelit, yakni citra satelit tidak menipu, akurasi lebih tinggi, mampu meminimalisir personal error, dan dijamin terbebas dari intervensi berbagai kepentingan.

“Dengan citra satelit, data disajikan secara transparan dan fair dapat divalidasi oleh para pihak,” kata Suwandi menjelaskan.

Sumber :
http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/yNL8LDvN-tingkatkan-akurasi-data-kementan-gandeng-lapan








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL