Kompetensi Utama

Layanan


Teknologi Roket Nasional Masih Terkendala Anggaran dan SDM
Penulis : Faris Sabilar Rusydi • Media : Sainsindonesia.co.id • 17 Jun 2016 • Dibaca : 19938 x ,

Bogor, Sains Indonesia -- Pada 2040 Indonesia menargetkan mempunyai Roket Pengorbit Satelit (RPS) sendiri. Namun disayangkan perkembangan teknologi roket nasional masih terkendala inkonsistensi anggaran dan SDM.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin berpendapat, untuk membangun bandar antariksa setidaknya dibutuhkan dua aspek utama, yaitu investasi yang kuat dan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten yang sesuai secara kualitas dan kuantitas. Sayangnya dua hal tersebut justru masih menjadi kendala sampai sekarang.

Menurut data terkini, Pusat Teknologi Roket Lapan hanya memiliki SDM sebanyak 203 orang dengan rincian 153 pegawai negeri sipil (PNS), 33 tenaga outshorcing, dan 12 tugas belajar.Jumlah tersebut sangat jauh jika dibandingkan China yang memiliki 10.000 tenaga khusus hanya untuk menangani satelit.

Disamping itu, menurut Kepala Pusat Teknologi RoketLapan Sutrisno, inkonsistensi anggaran dan SDM menjadi salah satu penyebab sulitnya proses alih teknologi.“Dulu kita pernah mau alih teknologi roket sonda dengan China. Tapi mereka mensyaratkan harus multi-years. Sedangkan anggaran kita belum diizinkan untuk itu. SDM kita juga perlu konsisten mendahulukan prioritas. Sehingga ini masih ditunda dalam beberapa hal,” ungkap Sutrisno di Bogor (15/6)

sumber :
http://www.sainsindonesia.co.id/index.php/kabar-terkini/2395-teknologi-roket-nasional-masih-terkendala-anggaran-dan-sdm








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL