Kompetensi Utama

Layanan


Meluncur Mulus, Satelit LAPAN dalam Kondisi Sehat
Penulis : Rachmatunnisa • Media : detik.com • 23 Jun 2016 • Dibaca : 21582 x ,

Jakarta - Satelit LAPAN-A3 yang meluncur Rabu, 22 Juni 2016, kini mengorbit dengan ketinggian 500 km dan inklinasi 97 derajat. Sukses mengorbit, pengecekan intesif masih terus dilakukan guna memastikan semua komponen satelit berfungsi dengan baik di atas sana.

Peneliti Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) LAPAN Robertus Heru Triharjanto yang ikut mengawal peluncuran di Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India mengatakan, timnya perlu menunggu sekitar 6 jam untuk bisa mengontak satelit pasca mengorbit.

"Sejak kemarin satelit sudah bisa kontak dengan operator LAPAN di Berlin, Biak dan Bogor. Satelit dalam keadaan sehat. Pengecekan selanjutnya masih berjalan secara intensif," kata Heru kepada detikINET, Kamis (23/6/2016).

Tak sampai di situ, selanjutnya Heru dan tim LAPAN perlu memastikan baterai, radio, komputer, kamera dan komponen satelit lainnya dalam kondisi baik dan siap digunakan.

"Para engineer akan melakukan test pada sistem kendali sikap. Perangkat ini adalah yang akan membuat kamera satelit terarah ke Bumi untuk mengambil gambar. Pengujiannya akan bertahap mulai dari sensor Matahari, sensor Bintang dan sensor horizon Bumi yang akan memberikan informasi orientasi satelit," rincinya.

Setelah sistem kendali sikap berjalan dengan baik dan kamera sudah bisa mengarah ke Bumi dengan stabil kamera akan dinyalakan dan fokus lensa akan di-setting. Proses setting kamera diperkirakan berlangsung dalam hitungan minggu.

"Karena satelit LAPAN menggunakan lensa standar fotografi, tidak pesan khusus, untuk menghindari kerusakan selama peluncuran dan perubahan suhu yang ekstrim, setting fokus lensa baru dilakukan setelah satelit di orbit," paparnya.

Dijelaskannya, setelah proses tersebut selesai, dan kamera bisa menghasilkan gambar yang tajam, baru dilakukan pengaturan tingkat kecerahan, kualitas, spektrum dan warna pada kamera.

Pengecekan total diperkirakan bisa memakan waktu setidaknya satu bulan. Setelah proses setting selesai, fungsi pertama yang bisa dipakai adalah Automatic Identification System (AIS), baru menyusul kemudian fungsi lainnya.

"Setelah selesai disetting, muatan pertama yang bisa digunakan adalah AIS untuk memonitor kapal. Karena untuk download data yang ada di satelit ke Bumi, antena transmisi data satelitnya harus diarahkan ke stasiun Bumi tujuan," terangnya.

Perlu waktu 17 menit bagi satelit LAPAN-A3 melesat ke orbit. Satelit LAPAN-A3 diluncurkan dengan menumpang (piggyback) roket PSLV-C34 milik India. Peluncurannya menumpang misi utama peluncuran Cartosat, serta dua satelit buatan perguruan tinggi di India, yaitu Sathyabamasat dan Swayam.

Tak hanya Indonesia, beberapa negara juga ikut serta dalam misi peluncuran tersebut dengan cara piggyback. Mereka adalah Amerika Serikat (SkySat Gen2-1 dan Dove Satellites), Jerman (BIROS) dan Kanada (GHGSat-D dan M3Msat).

LAPAN-A3 akan mengelilingi bumi sebanyak 14 kali dan melintasi Indonesia empat kali setiap harinya. Satelit yang dikembangkan di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Rancabungur, Bogor ini nantinya akan difungsikan untuk pemantauan lahan pertanian dan wilayah perairan laut Indonesia, serta digunakan untuk pengukuran medan magnet bumi dan uji eksperimen peralatan yang dikembangkan oleh enginer LAPAN.

Sumber :
http://inet.detik.com/read/2016/06/23/125138/3240324/328/meluncur-mulus-satelit-lapan-dalam-kondisi-sehat








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL