Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Dukung BNN Pantau Lahan Ganja
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 28 Jun 2016 • Dibaca : 29833 x ,

Kepala LAPAN dan Kepala BNN bertukar naskah MoU usai melakukan penandatanganan

Perkembangan kejahatan narkotika dan obat/bahan berbahaya, di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Badan Narkotika Nasional (BNN), sebagai instansi yang mempunyai kewenangan untuk melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika mengambil langkah strategis, menjalin kerja sama dengan LAPAN. Selasa (28/06), berlangsung penandatanganan naskah Nota Kesepahaman LAPAN dengan BNN. Naskah ditandatangani oleh Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dan Kepala BNN, Budi Waseso di Kantor BNN, Jakarta Pusat.

Beberapa poin kerja sama yang disekapati adalah pelaksanaan diseminasi informasi dan advokasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, peningkatan peran serta masyarakat sebagai penggiat anti narkoba dan pelaksanaan test/uji narkoba, penyediaan dan pemanfaatan data penginderaan jauh beserta teknologi penerbangan dan antariksa lainnya, berikut kegiatan penelitian dan pengembangannya, serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepala BNN berharap, LAPAN dapat mendukung BNN, salah satunya dalam melakukan pemetaan lahan ganja untuk memantau pertumbuhan dan penyebaran ganja di Provinsi Aceh. “Dari data yang diberikan LAPAN, dapat dilakukan analisis pengungkapan kasus untuk proses penyelidikan,” ujarnya. “Kami berharap, seluruh pihak turut melakukan kampanye publik, dalam upaya menumbuhkan sikap positif dan semangat hidup yang produktif, agar negara kita terbebas dari kejahatan narkoba, sehingga bangsa ini tumbuh menjadi bangsa yang lebih baik,” imbuhnya.

Kepala LAPAN menyambutnya dengan memberikan kontribusi melalui produk-produk litbang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung darurat narkoba. “Kami mempunyai beberapa fasilitas penelitian yang menampung empat kompetensi LAPAN, meliputi penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, sains antariksa dan atmosfer, serta kajian kebijakannya. Seluruh hasil produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan BNN,” paparnya.

Thomas mengimbuhkan, sejauh ini, LAPAN telah melayani beberapa instansi pemerintah di lingkup kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan pemerintah daerah melalui pengelolaan data citra satelit penginderaan jauh. Data-data tersebut didistribusikan untuk mendukung beberapa kegiatan seperti identifikasi sumber daya alam dan lingkungan, tanggap darurat bencana, pemetaan hutan dan pertanian, dan beberapa kegiatan lain. 

Sejalan dengan perkembangan waktu, serta perkembangan teknologi, tingkat pemanfaatan citra satelit telah melingkupi berbagai bidang kebutuhan. “Ternyata, salah satunya, data tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemantauan ladang ganja. Dengan menggunakan citra satelit, dapat dilihat ciri-ciri khusus lahan tersebut, yang kemudian diteliti, selanjutnya diinformasikan ke BNN. Beberapa spesifikasi yang merujuk ke identifikasi lahan ganja seperti lokasi, luas lahan, dan aspek-aspek lain menjadi pertimbangan dalam proses penelitian tersebut,” terangnya.

Di hadapan jajaran pejabat BNN, Thomas mengenalkan teknologi lain yang dapat dimanfaatkan oleh BNN untuk mendukung pemantauan tersebut. “Kami mempunyai pesawat tanpa awak yang disebut dengan LAPAN Surveillance Unmanned (LSU) dengan beberapa versi,” ucapnya. LSU-01 sebagai pesawat tanpa awak yang ringan dapat diterbangkan laksana menerbangkan layang-layang, sehingga tidak menimbulkan resiko tinggi bagi penggunanya. LSU-03 sebagai pesawat tanpa awak versi besar telah melakukan misi pemotretan garis pantai, hasil kerja sama dengan BIG. Sehubungan dengan produk ini, ia menginformasikan, barangkali untuk tahapan berikutnya produk pesawat tanpa awak milik LAPAN dapat digunaan untuk misi pengintaian. 

Ia berharap, baik LAPAN dan BNN bisa semakin mengembangkan potensi-potensi lainnya. “LAPAN berkomitmen dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan kejahatan narkoba. Dengan seluruh fasilitas di berbagai lokasi di Indonesia, kami siap mendukung agar darurat narkoba bisa segera teratasi,” tegasnya. 

Di akhir Acara, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti memaparkan proses penerimaan, pengelolaan, dan pendistribusian data citra satelit oleh LAPAN. Orbita menunjukkan hasil penelaahan citra satelit untuk pemantauan lahan ganja yang dilakukan selama tujuh bulan. Nampak tergambar proses perubahan warna yang menunjukkan peningkatan proses pembukaan lahan.

Selain dengan data citra satelit penginderaan jauh, LAPAN juga menggunakan data radar yaitu Digital Service Model untuk memberikan data topografi. “Dengan data citra satelit, memang tidak bisa menunjukkan secara langsung jenis spesies tanaman, namun didasarkan pada pembedaan warna lahan, pola, dan asosiasi,” ungkapnya. Dari data-data yang ditampilkannya, Orbita mengungkapkan bahwa pembukaan lahan telah terjadi sejak Maret 2014. “Data tersebut ditunjukkan dari data Satelit Quickbird yang diambil di atas wilayah Aceh Besar,” paparnya. 

Maka, untuk mematangkan tingkat penguasaan personil dalam mengolah data penginderaan jauh, Orbita menawarkan agar hal ini diperkuat dengan kemampuan teknis SDM melalui Bimbingan Teknis pengolahan data penginderaan jauh bagi staf teknis BNN.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL