Kompetensi Utama

Layanan


Workshop Komurindo 2016: LAPAN Siapkan Calon Ilmuwan Bidang Penerbangan dan Antariksa
Penulis Berita : Humas/Shofia-AP • Fotografer : Humas/AP • 26 Jul 2016 • Dibaca : 18866 x ,

Suasana pemaparan dalam workshop Komurindo 2016

LAPAN kembali menyelenggarakan Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo). Kompetisi ini sedianya dilaksanakan pada 24 – 27 Agustus 2016 di Landasan Udara TNI AU Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Usai seleksi tahap II, LAPAN menyelenggarakan workshop bagi seluruh peserta yang lolos untuk memberikan pembekalan terkait gambaran pelaksanaan lomba. Pembekalan berlangsung Selasa (26/07) di Balai Pertemuan Dirgantara, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta.

Pelaksanaan Komurindo ke-9 kali ini mengetengahkan tema pemantauan jarak jauh pada sikap muatan roket balistik RUM, serta pemantauan dan pengendalian roket EDF kecepatan rendah. Sesuai misi, LAPAN terus meningkatkan kompetensinya dalam upaya mengajak generasi muda terlibat dalam kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. 

Sebagaimana penjelasan Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum, Christianus R. Dewanto, kesempatan ini untuk menyiapkan bibit unggul calon peneliti, perekayasa, dan ilmuwan di bidang tersebut. Dalam pembukaan acara, Christianus menyampaikan sekilas perjalanan Komurindo sejak 2008 sampai dengan 2015. “Dalam setiap tahun penyelenggaraan, senantiasa mengusung tema yang beda. Sebab, setiap tahapan semakin ditingkatkan kompetensi mahasiswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang penerbangan dan antariksa,” ujarnya. Adapun bidang keilmuan yang diasah adalah terkait rancang bangun dan pengujian muatan roket dan roket EDF, serta penginderaan jauh, pengendalian, dan sistem otomasi robotika pada muatan roket dan roket EDF.

Pemaparan teknis disampaikan oleh Dr. Arif Nurhakim (LAPAN), selaku Tim Juri Komurindo 2016. Ia menjelaskan pencapaian LAPAN dalam pengembangan roket walaupun masih ada kendala dalam pengembangan roket diameter tinggi. Selain itu juga, kendala yang bersifat administratif antara lain sistem penyelenggaraan yang saat ini dilakukan secara online, sebab peserta belum terbiasa menggunakan media tersebut. Pada kegiatan kali ini, peserta memperoleh pembekalan tentang pengetahuan tentang teknis lomba dalam meluncurkan roket dengan benar. 

Untuk lebih mengenalkan gambaran dan mekanisme lomba, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Jasyanto, menjelaskannya melalui tampilan video tentang tayangan produk penerbangan LAPAN, Lapan Surveillance UAV (LSU), biasa dikenal dengan istilah drone. Drone yang digambarkan mampu melintasi lebih dari 50 kota di Indonesia. Tingginya kebutuhan untuk mengembangkan hasil riset LAPAN, membuka peluang tingginya kebutuhan sumber daya manusia di bidang tersebut. 

Sekilas mengenai peserta lomba, di antara 68 proposal peserta yang mendaftarkan kompetisi, dengan perincian 33 Tim Muatan Roket dan 35 Tim Roket EDF, hanya 45 Tim yang lolos seleksi tahap II, yaitu 20 Tim Muatan dan 25 Tim Roket EDF. Mereka berasal dari sejumlah 38 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah peserta mengalami peningkatan, di mana pada tahun 2015 mencapai 22 perguruan tinggi. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL