Kompetensi Utama

Layanan


Sinasja 2016: LAPAN Targetkan Informasi Data Inderaja Seluruh Indonesia Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Nasional
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/RZ • 27 Jul 2016 • Dibaca : 23820 x ,

Peserta Sinasja 2016 menyimak sambutan Deputi Inderaja

Rabu (27/07), LAPAN menyelenggarakan Seminar Nasional Penginderaan Jauh (Sinasja) 2016 di The Margo Hotel, Depok, Jawa Barat. Kegiatan rutin tahunan ini menjadi forum pertukaran informasi dan pengalaman komunitas penginderaan jauh di Indonesia. 

Para peneliti, perekayasa, akademisi, dan praktisi hadir untuk mendukung LAPAN dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan data penginderaan jauh di berbagai sektor kebutuhan. Kontribusinya dipaparkan melalui makalah ilmiah dalam bentuk presentasi oral dan poster. Pada kesempatan ini juga berlangsung peluncuran Buku Penginderaan Jauh karya Bambang Tedjasukmana, Kepala LAPAN periode 2011-2014.

Sejauh ini, LAPAN telah mampu mengelola, mendistribusikan, serta mengekstraksi data satelit penginderaan jauh mulai resolusi spasial rendah, menengah, sampai dengan tinggi untuk para pengguna. Untuk mengoptimalkan data tersebut, LAPAN terus bersinergi dengan Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah baik provinsi, kota, maupun kabupaten, TNI, Polri, dan perguruan tinggi di Indonesia. 

Semakin tinggi volume kebutuhan untuk pemanfaatan data dan informasi penginderaan jauh, mendorong LAPAN untuk semakin melakukan peningkatan dalam upaya memberikan pelayanan. Upaya kemandirian ditempuh dengan melakukan peningkatan baik secara internal maupun eksternal. Peningkatan tersebut tidak hanya dalam menjalin kerja sama, namun juga dalam upaya mencapai peningkatan kualitas SDM, kelengkapan data sesuai dengan kebutuhan pengguna, otomatisasi, kualitas pengelolaan secara operasional, serta peningkatan keandalan layanan, yaitu standar, sajian cepat, dan kemudahan akses. 

Menyesuaikan dengan kebutuhan, pengelolaan data penginderaan jauh masih perlu dikembangkan lagi. Salah satunya untuk menjawab kondisi wilayah Indonesia dengan liputan awan yang tinggi membutuhkan penggunaan data radar dan pengoperasian wahana pesawat terbang. Hal tersebut menjadi tantangan para pelaku riset penginderaan jauh untuk terus mengikuti tren guna menjawab tuntutan permasalahan secara mandiri. 

Untuk melayani kebutuhan pengguna, LAPAN memberikan layanan data spasial secara dinamik. LAPAN melakukan teknologi akuisisi data satelit dan berbagai aplikasinya. Sebagaimana penjelasan Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti, “LAPAN memiliki dua program, yaitu pengembangan bank data penginderaan jauh nasional dan pengembangan sistem pemantauan bumi nasional. Di mana seluruh informasi dan data tersebut dikelola untuk penyediaan informasi sumber daya alam, lingkungan dan kebencanaan dengan target seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.

LAPAN telah memiliki satelit buatan sendiri, seperti LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI dan LAPAN-A3/LAPAN-IPB yang telah memberikan citra cukup baik, meskipun tidak sebaik data inderaja internasional. 

Distribusi data inderaja selama ini antara lain sudah dimanfaatkan untuk pemantauan pertumbuhan padi, pengelolaan distribusi pupuk, pemantauan titik hotspot, penanggulangan bencana dan rehabilitasi, peningkatan pendapatan pajak, peningkatan produksi perikanan tangkap, dan sebagainya. 

Mewakili pengguna, Trisna Subana, selaku perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan berbagai manfaat data penginderaan jauh LAPAN yang telah diaplikasikan di berbagai kebutuhan. Antara lain kebutuhan pemetaan data potensi dan aset, limitasi (wilayah longsor, hutan lindung, sebaran gunung api), analisis alih fungsi lahan, tata ruang, dan sebagainya.

Trisna mengatakan, pembangunan harus berlandaskan data, pembangunan tanpa data akan mahal. Hal ini selaras dengan kondisi wilayah provinsi Jawa Barat. Menurutnya, Provinsi Jawa Barat berpenduduk terbanyak. Tentu saja kondisi tersebut berdampak terhadap aspek sosial ekonomi yang tinggi terhadap pembangunan. 

Meskipun layanan data dari LAPAN cukup mudah dan cepat diperoleh, namun kendalanya, pihaknya masih mempunyai keterbatasan dalam kemampuan menganalisis data tersebut. Padahal, data tersebut diperlukan sewaktu-waktu dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. “Kami masih perlu tingkatkan kualitas SDM serta kebutuhan akan peralatan yang cukup, di mana teknologi penginderaan jauh tergolong sebagai teknologi tinggi yang membutuhkan peralatan yang setingkat lebih modern.

Sementara Dedi Nursamsi (Kementerian Pertanian) menyampaikan agar LAPAN terus semakin meningkatkan akurasi data. “Kebutuhan di bidang pertanian adalah untuk analisis standing crop. Kami berharap, tidak hanya untuk bidang pertanian saja namun juga bermanfaat untuk bidang lainnya,” harapnya. 

Berbagai peningkatan dilakukan juga oleh LAPAN antara lain upaya pelayanan data penginderaan jauh yang akan dibuat dengan versi android. Harapannya, agar mudah diakses dengan perangkat yang sederhana. Layanan secara menyeluruh dipermudah dengan melakukan integrasi sistem katalog data. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL