Kompetensi Utama

Layanan


Workshop Kombat 2016: Minat Peserta Makin Tinggi!
Penulis Berita : Humas/Fir • Fotografer : Humas/Fir • 28 Jul 2016 • Dibaca : 9143 x ,

Peserta Workshop Kombat 2016 berfoto bersama dengan Panitia dan Dewan Juri

LAPAN menyelenggarakan Workshop Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) pada Rabu (27/07) di Balai Pengamatan Dirgantara dan Atmosfer Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Komurindo-Kombat 2016. Memasuki tahun ke-3 penyelenggaraan, workshop Kombat diikuti sejumlah 16 tim dari 30 tim yang mendaftarkan lomba. Para mahasiswa ini telah lolos melewati seleksi tahap dua. 

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA), Halimurrahman menyampaikan, terdapat peningkatan peminat kegiatan Kombat 2016. Peserta yang pada tahun sebelumnya masih didominasi mahasiswa di lingkup Pulau Jawa dan Sebagian Sumatera, kini hampir seluruh Provinsi di Indonesia mengirimkan perwakilan. Hal tersebut merupakan lompatan besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang sains dan teknologi atmosfer, yang ditunjukkan dengan presentase minat peserta yang makin meluas jangkauannya ke seluruh wilayah di Indonesia. 

Balon atmosfer merupakan wahana terbang yang berisi gas hidrogen/helium yang berfungsi untuk mengangkat muatan atau sensor untuk pengamatan profil atmosfer. Muatan dibawa oleh balon digantungkan bersama parasut. Misi yang diemban yaitu untuk mengukur parameter atmosfer, berupa tekanan, temperatur, kelembapan, dan angin (arah dan kecepatan). Pada kesempatan ini, Halimurrahman memaparkan kegunaan data-data yang diperoleh melalui peluncuran balon atmosfer tersebut.

Secara teknis, Peneliti PSTA, Ginaldi Ari Nugroho memaparkan tentang teknologi observasi atmosfer vertikal. Dilanjutkan dengan pengenalan sistem teknologi Kombat yang disampaikan oleh Peneliti PSTA, Krismianto. Wakil Ketua Panitia Komurindo-kombat 2016, Jasyanto, menyampaikan pengenalan tentang LAPAN dan penyelenggaraan Kombat 2016 dari tahun ke tahun.

Pada kesempatan ini, Ketua Dewan Juri Kombat 2016, Endra Pitowarno menjelaskan tentang polarisasi antena muatan dan ground station Kombat, terkait dengan pengaruhnya pada kualitas komunikasi acak jarak jauh. 

Endra juga menjelaskan teknik menerbangkan balon atmosfer. Dalam pelaksanaan lomba nanti, seluruh muatan peserta akan diterbangkan dengan menggunakan dua balon secara berurutan dengan jeda waktu 15 menit. “Setiap balon akan membawa 8 muatan. Beberapa sistem dalam muatan wajib digunakan oleh masing-masing tim!” tegasnya. 

Kegiatan dilanjutkan dengan pengundian pembagian kanal dan frekuensi kepada tiap tim yang didampingi oleh anggota dewan juri, Dr. Laras Tursilowati dan Dr. Didi Satiadi. Di dalam kegiatan ini, peserta juga diberikan pengenalan tentang Sistem pesawat tanpa awak (UAV) oleh Tim Menembus Langit, PT. Aeroterascane. UAV juga merupakan salah satu produk riset penerbangan LAPAN, yaitu LAPAN Surveillance UAV (LSU) yang sudah banyak bermanfaat untuk mendukung pemerintah dalam upaya pemantauan lahan, mitigasi kebencanaan, dan sebagainya. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL